Abstrak
PERBEDAAN KARAKTER MURID KELAS VI SD BERDASARKAN PENERAPAN PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN PARTISIPASI EKSTRAKURIKULER DI KECAMATAN MANYARAN
Oleh :
Gayan Inangi Meisella - S032502012 - Fak. KIP
Penelitian
ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perbedaan karakter murid kelas VI SD di
Kecamatan Manyaran antara sekolah yang menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional
(PSE) dan yang tidak menerapkannya; 2) mengetahui interaksi antara penerapan
PSE dan jenis kelamin terhadap karakter murid; serta 3) mengetahui interaksi
antara penerapan PSE dan partisipasi ekstrakurikuler terhadap karakter murid.Penelitian
ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto kausal komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh
murid kelas VI SD di Kecamatan Manyaran, sedangkan sampel berjumlah 60 murid
yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Data karakter dikumpulkan menggunakan angket tertutup 35 butir
yang valid dan reliabel (α = 0,726) serta ditriangulasi dengan observasi wali
kelas dan angket terbuka. Teknik analisis data menggunakan Independent Samples t-Test dan Two-Way
ANOVA.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan karakter yang signifikan
antara murid pada sekolah PSE dan Non-PSE (t = 3,642; p = 0,001; Cohen's d =
0,940), di mana murid sekolah PSE memiliki skor karakter lebih tinggi (M =
90,63) dibandingkan murid sekolah Non-PSE (M = 83,30); 2) terdapat interaksi
yang signifikan antara penerapan PSE dan jenis kelamin terhadap karakter murid
(F = 5,550; p = 0,022), di mana PSE memberikan manfaat lebih besar bagi murid
laki-laki sehingga memperkecil kesenjangan karakter berbasis jenis kelamin dari
11,27 poin menjadi 3,09 poin; 3) tidak terdapat interaksi yang signifikan
antara penerapan PSE dan partisipasi ekstrakurikuler terhadap karakter murid (F
= 0,238; p = 0,628), yang menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan
kontribusi secara independen dan aditif terhadap pengembangan karakter murid. Berdasarkan
temuan tersebut, disimpulkan bahwa penerapan PSE berkontribusi nyata terhadap
penguatan karakter murid sekolah dasar dan berperan memperkecil kesenjangan
karakter berbasis jenis kelamin, sedangkan partisipasi ekstrakurikuler
memberikan kontribusi yang bersifat aditif. Implikasi penelitian ini adalah
perlunya sekolah mengintegrasikan PSE secara sistematis dan responsif gender
dalam pembelajaran, serta mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai
wahana penguatan karakter yang saling melengkapi.