Abstrak
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA SAPI PERAH PASCA PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI
Oleh :
Rika Nurlaila - H0522142 - Fak. Peternakan
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi
profitabilitas usaha sapi perah pasca Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kecamatan
Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga
Desember 2025, menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui survei. Penentuan
lokasi dan responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria
penelitian, dengan jumlah responden sebanyak 60 peternak sapi perah. Analisis
data menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis profitabilitas,
dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian diperoleh rata-rata pendapatan
sebesar Rp 11.356.492/tahun per ekor, Total
Asset Turnover (TAT) 0,59, Return On Invesment
(ROI) 22,95%, Net Profit Margin (NPM)
38,39%, Payback Period of Credit (PPC) 4 tahun 3 bulan dan R/C Ratio 1,62.
Hasil persamaan analisis regresi linier berganda yaitu Y = 39,398 + 0,142 X1
– 1,167 X2 – 0,425 X3 + 0,114 X4 + e.
Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,614 yang menunjukkan bahwa jumlah ternak, biaya pakan, biaya
kesehatan dan produksi susu mampu menjelaskan variasi profitabilitas usaha sapi
perah sebesar 61,4%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan jumlah ternak, biaya
pakan, biaya kesehatan, dan produksi susu berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas usaha sapi perah. Hasil uji F menunjukkan jumlah ternak, biaya
pakan, biaya kesehatan dan produksi susu secara bersama-sama mempengaruhi
profitabilitas usaha sapi perah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha sapi perah pasca PMK di Kecamatan
Mojosongo masih menguntungkan dan layak untuk dijalankan dengan variabel
jumlah ternak, biaya pakan, biaya kesehatan dan produksi susu menentukan profitabilitas.