Abstrak


MODEL PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA BERBASIS KOMUNITAS: STUDI KASUS KAMPUNG BATIK LAWEYAN DI KOTA SURAKARTA


Oleh :
Muhammad Azri - D0122083 - Fak. ISIP

Kampung Batik Laweyan merupakan kawasan wisata budaya yang memiliki nilai historis dan potensi ekonomi kreatif yang tinggi, namun menghadapi berbagai tantangan berupa persaingan batik printing, menurunnya regenerasi pengrajin, belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital, serta perlunya penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan mengenai bagaimana peran partisipasi komunitas lokal dalam pengembangan wisata budaya serta bagaimana model pengembangan wisata budaya berbasis komunitas yang tepat untuk menjaga kelestarian batik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran dan partisipasi komunitas lokal dalam pengembangan wisata budaya di Kampung Batik Laweyan serta merumuskan model pengembangan wisata budaya berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Penelitian ini menggunakan teori Community Based Tourism dari Asker (2010) sebagai teori utama dan perspektif Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008) sebagai teori pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata budaya di Kampung Batik Laweyan telah menerapkan prinsip-prinsip Community Based Tourism melalui partisipasi aktif masyarakat, penguatan peran Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, pelestarian budaya batik, serta pengembangan UMKM berbasis batik. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya mendukung pengembangan kawasan wisata, meskipun masih terdapat tantangan pada aspek regenerasi pengrajin, peningkatan kapasitas masyarakat, pemasaran digital, pengelolaan lingkungan, dan keberlanjutan kolaborasi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model pengembangan wisata budaya berbasis komunitas sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat, pelestarian budaya, kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan keberlanjutan pengelolaan wisata budaya di Kampung Batik Laweyan.