Abstrak
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ELKPD-PRAKTIKUM KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 5 SURAKARTA PADA MATERI LAJU REAKSI
Oleh :
Agnes Sabila Dekatrin Budi Susanti - K3322004 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPD-praktikum kontekstual terhadap
kemampuan berpikir kritis peserta didik, (2) pengaruh model pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPD-praktikum kontekstual terhadap hasil
belajar peserta didik, dan (3) pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) berbantuan E-LKPD-praktikum kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis
dan hasil belajar peserta didik pada materi laju reaksi. Metode penelitian yang
digunakan adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group
design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 5 Surakarta
Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random
sampling sehingga diperoleh satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis
berupa soal uraian dan tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Analisis data
dilakukan melalui uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas, kemudian
dilanjutkan dengan uji MANOVA serta uji Mann-Whitney U untuk data yang tidak
memenuhi asumsi parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat
pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPDpraktikum kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi
laju reaksi. Hasil Test of Between-Subjects Effects menunjukkan nilai signifikansi
sebesar 0,037 < 0,05, sehingga H₀ ditolak; (2) terdapat pengaruh model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPD-praktikum kontekstual terhadap
hasil belajar kognitif peserta didik pada materi laju reaksi. Hasil Test of BetweenSubjects Effects menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,006 < 0,05, sehingga H₀
ditolak; dan (3) terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
berbantuan E-LKPD-praktikum kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis dan
hasil belajar kognitif peserta didik secara simultan. Hasil uji MANOVA menunjukkan
nilai signifikansi sebesar 0,009 < 0,05, sehingga H₀ ditolak. Dengan demikian, model
Problem Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPD-praktikum kontekstual
berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar
kognitif peserta didik pada materi laju reaksi