Abstrak
Kuasa Simbolik dalam Praktik Pemilahan Sampah Rumah Tangga melalui “Papi Sarimah” di Bank Sampah Katon Semilak
Oleh :
Salsabila Azizah Mustafidah - K8422076 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan dan proses internalisasi slogan Papi Sarimah (Paksa Pilah Sampah dari Rumah) dalam praktik pemilahan sampah rumah tangga di Bank Sampah Katon Semilak, Kampung Gebang RW 16, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori bahasa dan kuasa simbolik Pierre Bourdieu. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan berjumlah lima orang, yang terdiri atas dua pengurus dan tiga nasabah Bank Sampah Katon Semilak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slogan Papi Sarimah tidak dimaknai secara tunggal oleh warga. Slogan tersebut dimaknai sebagai kewajiban sosial, pengingat dan motivasi, sarana menjaga kebersihan lingkungan, serta sarana memperoleh manfaat ekonomi. Penggunaan kata paksa diterima secara positif karena memperoleh legitimasi dari pemerintah kecamatan sebagai otoritas yang diakui masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa internalisasi slogan berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu: (1) sosialisasi berjenjang melalui struktur masyarakat yang melibatkan jalur dari pemerintah kecamatan hingga warga; (2) pembiasaan praktik pemilahan sampah yang berlangsung secara bertahap melalui pengulangan dan pendampingan; serta (3) indikasi pembentukan habitus yang ditandai dengan praktik memilah sampah secara spontan dalam kehidupan sehari-hari tanpa perlu dorongan dari luar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Papi Sarimah bekerja sebagai kuasa simbolik melalui legitimasi otoritas, penyebaran pesan dalam berbagai arena sosial, serta pembiasaan yang mendorong terbentuknya praktik pemilahan sampah yang semakin mengakar di masyarakat.