Abstrak


SÊRAT MAKUTHARAJA PUPUH I-XIVKOLEKSI SASTRA DAERAHUNIVERSITAS SEBELAS MARET(SUATU TINJAUAN FILOLOGIS)


Oleh :
Ichsan Abror - B0122039 - Fak. Ilmu Budaya

Ichsan Abror. B0122039. 2026. Sêrat Makutharaja Pupuh I-XIV Koleksi Sastra Daerah Universitas Sebelas Maret (Suatu Tinjauan Filologis). Skripsi: Jurusan Sastra jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta.Sêrat Makutharaja merupakan naskah tunggal (codex unicus) berbahasa dan beraksara Jawa koleksi Sastra Daerah Universitas Sebelas Maret yang tersimpan di Laboratorium Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Sebagai naskah salinan tangan, teks ini mengandung berbagai kesalahan yang lazim terjadi dalam proses penyalinan sehingga memerlukan penanganan filologis agar dapat dibaca dan dipahami dengan tepat oleh pembaca masa kini.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, adalah (1) Bagaimana bentuk-bentuk kesalahan yang terdapat dalam teks Sêrat Makutharaja pupuh I-XIV dan (2) Menyajikan teks Sêrat Makutharaja pupuh I-XIV yang bersih dari kesalahan sesuai dengan cara kerja penelitian filologi.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan (varian) yang terdapat dalam teks Sêrat Makutharaja pupuh I–XIV dan (2) menyajikan teks Sêrat Makutharaja pupuh I–XIV yang bersih dari kesalahan sesuai dengan cara kerja penelitian filologi.Bentuk penelitian ini adalah penelitian Filologi yang sifatnya deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Pustaka (library research). Data penelitian berupa jenis-jenis kesalahan/varian yang terjadi pada teks Sêrat Makutharaja pupuh I-XIV dan teks Sêrat Makutharaja pupuh I-XIV, dengan sumber data naskah Sêrat Makutharaja koleksi Sastra Daerah Universitas Sebelas Maret. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan naskah dan transliterasi aksara Jawa ke aksara Latin. Analisis data dilakukan dengan pendekatan filologis terhadap naskah tunggal melalui tahap kritik teks dan penyuntingan dengan metode edisi kritis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam teks Sêrat Makutharaja pupuh I–XIV ditemukan tujuh jenis kesalahan (varian), yaitu lakuna, adisi, subtitusi, hiperkorek, ditografi, korupsi, dan ketidakkonsistenan, dengan lakuna sebagai jenis kesalahan yang paling banyak ditemukan. Setiap kesalahan dibetulkan melalui proses kritik teks dengan mempertimbangkan pertimbangan linguistik, konteks kalimat, konteks sastra, dan perbandingan dengan teks lain. Hasil akhir penelitian berupa suntingan teks Sêrat Makutharaja pupuh I–XIV yang bersih dari kesalahan disertai aparat kritik, sehingga dapat menjadi sumber bacaan yang lebih mudah dipahami dan dapat dipertanggungjawabkan secara filologis.