Abstrak


Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Lama Menderita Penyakit dengan Literasi Kesehatan Digital pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Indriati Sukoharjo


Oleh :
Rodliyah Dwi Rejeki - V3723049 - Sekolah Vokasi

Laporan WHO tahun 2023, sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi (33% populasi global). Di Indonesia berdasarkan SKI tahun 2023 prevalensi mencapai 30,8% dan meningkat seiring usia, sementara di Kabupaten Sukoharjo kasus meningkat dari 139.114 jiwa (52,7%) pada tahun 2022 menjadi 212.188 jiwa (79,76%) pada tahun 2023. Selain itu, Kemenkes RI melaporkan sekitar 62,5% masyarakat Indonesia memiliki literasi kesehatan rendah hingga sedang, sehingga pengelolaan hipertensi memerlukan kemampuan dalam mengakses dan memanfaatkan informasi kesehatan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi dan lama menderita penyakit dengan litetarasi kesehatan digital pafa pasien hipertensi di rumah sakit indriari sukoharjo.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional di Rumah Sakit Indriati Sukoharjo. Sampel sebanyak 97 responden dipilih secara purposive dengan kriteria pasien hipertensi rawat jalan usia 18–60 tahun yang menggunakan perangkat digital dalam 6 bulan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan instrumen eHealth Literacy Scale (eHEALS) yang diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita hipertensi dengan literasi kesehatan digital (p = 0,720). Selain itu, variabel usia (p = 0,755), jenis kelamin (p = 0,363), pekerjaan (p = 0,449), dan intensitas penggunaan internet (p = 0,090) juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Dengan demikian, faktor-faktor literasi kesehatan digital tidak berpengaruh terhadap lama menderita penyakit hipertensi pada pasien.