Abstrak


Kajian Estetika Karya Seni Grafis Silkscreen Seniman Vito Ariyanto


Oleh :
Puga Risma Okty Solecha - C0622041 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Penelitian ini dibuat karena adanya pandangan di masyarakat yang sering menganggap seni cetak saring (silkscreen) atau sablon hanya sebagai produk konveksi biasa, bukan karya seni rupa seperti seni lukis. Melalui masalah ini, seniman muda Vito Ariyanto mencoba mendobrak batasan tersebut dengan mengubah pengalaman sablon konveksinya menjadi karya seni rupa murni kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk membedah kualitas keindahan dan membuktikan kemandirian bentuk visual pada lima seri karya silkscreen tahun 2025 milik Vito Ariyanto yang berjudul Sambat Omah , Perjumpaan , People Come and Go , Self is a Mirror , dan Becoming Home . Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan kritik seni formalistik, melalui cara pengumpulan data berupa observasi karya, wawancara dengan seniman, dan studi pustaka. Untuk membedah kualitas karyanya, penelitian ini menggunakan teori estetika Monroe Beardsley yang berfokus pada tiga kriteria, yaitu Kesatuan (Unity), Kerumitan (Complexity), dan Kesungguhan (Intensity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima karya cetak saring Vito Ariyanto berhasil memenuhi ketiga kriteria estetika Beardsley dengan baik. Kriteria Kesatuan terlihat dari serasinya gabungan antara figur manusia dengan elemen flora di sekitarnya. Kriteria Kerumitan ditunjukkan oleh susunan garis arsir raster yang rapat serta tumpukan lapisan warna (layering) yang rumit di atas kertas fedrigoni. Sementara kriteria Kesungguhan terpancar kuat dari kontras warna neon yang menyala dengan garis raster hitam, yang berhasil menyampaikan pesan emosi tentang keterasingan batin secara visual tanpa perlu penjelasan kata-kata. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan draf digital dan alat sablon tidak mematikan kreativitas seniman. Seperti gerakan kelompok Tarung Grafis dulu, skripsi ini menegaskan bahwa teknik silkscreen kontemporer memiliki kualitas keindahan yang mandiri dan sah disebut sebagai karya seni rupa.