Abstrak
Gaya Kepemimpinan Transformasional dalam Mengelola Generasi Z (Studi Kasus pada Organisasi Kemahasiswaan Brahmahardhika FKIP UNS Periode 2024/2025)
Oleh :
Dion Pratama - K7522032 - Fak. KIP
Dion Pratama. K7522032. Pembimbing: Prof. Dr. Hery
Sawiji, M.Pd. GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENGELOLA GENERASI Z
(Studi Kasus pada Organisasi Kemahasiswaan Brahmahardhika FKIP UNS Periode
2024/2025). Tugas Akhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Sebelas Maret Surakarta, Juni 2026
Penelitian ini bertujuan untuk (1)
mendeskripsikan praktik kepemimpinan transformasional dalam mengelola Generasi
Z pada Organisasi Kemahasiswaan Brahmahardhika FKIP UNS periode 2024/2025, (2)
mengidentifikasi tantangan dalam penerapan kepemimpinan transformasional, dan
(3) merumuskan upaya penguatan kepemimpinan transformasional untuk mendukung
keberlanjutan regenerasi anggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas enam
informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan mewakili unsur
pengurus inti, ketua bidang, staf bidang, serta anggota Organisasi
Kemahasiswaan Brahmahardhika FKIP UNS periode 2024/2025. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan analisis dokumen. Uji
validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model
analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
(1) penerapan kepemimpinan transformasional dalam mengelola Generasi Z di
Brahmahardhika FKIP UNS belum berjalan optimal pada seluruh dimensi
kepemimpinan transformasional, terutama dalam membangun motivasi kolektif,
mendorong partisipasi anggota, serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan
personal anggota; (2) tantangan utama yang dihadapi organisasi berasal dari
ketidaksesuaian antara pola kepemimpinan dan pola organisasi yang masih
mempertahankan sistem lama dengan karakteristik Generasi Z, yang ditunjukkan
oleh ketergantungan pada figur tertentu, pola koordinasi yang cenderung
vertikal, sistem kaderisasi yang kurang fleksibel, lemahnya pendampingan
anggota, serta belum optimalnya adaptasi terhadap pola komunikasi Generasi Z yang
lebih terbuka dan berbasis digital; dan (3) penguatan kepemimpinan
transformasional perlu dilakukan melalui peningkatan komunikasi dua arah,
pengembangan sistem kaderisasi yang lebih adaptif, optimalisasi pemanfaatan
media digital, penguatan budaya pendampingan anggota, serta penerapan sistem
kepemimpinan yang lebih kolektif. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa praktik
kepemimpinan transformasional yang adaptif terhadap karakteristik Generasi Z
berperan penting dalam meningkatkan partisipasi anggota, mendukung regenerasi
organisasi, dan menjaga keberlanjutan organisasi. Saran penelitian ditujukan
kepada organisasi dan pengurus untuk mengembangkan pola kepemimpinan yang lebih
adaptif, partisipatif, dan kolektif serta meningkatkan fleksibilitas sistem kaderisasi
sesuai dengan karakteristik Generasi Z.