Abstrak


VALUASI EKONOMI WISATA PANTAI SEMBUKAN KABUPATEN WONOGIRI DENGAN PENDEKATAN METODE BIAYA PERJALANAN (TRAVEL METHOD COST)


Oleh :
Syifa Azura Nisa'i - F0119133 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

ABSTRAKSyifa Azura Nisa’i, F0119133, Valuasi Ekonomi Wisata Pantai Sembukan Kabupaten Wonogiri dengan Metode Pendekatan Biaya Perjalanan (Travel Cost Method)Skrpsi, Surakarta: Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret, September 2026Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai ekonomi rekreasi Pantai Sembukan Kabupaten Wonogiri serta menguji pengaruh pendapatan, jarak tempat tinggal, usia, pendidikan, dan biaya kunjungan terhadap minat berkunjung kembali. Rumusan masalah penelitian mencakup besarnya surplus konsumen sebagai willingness to pay (WTP) pengunjung dan pengaruh kelima variabel tersebut terhadap minat berkunjung. Research gap penelitian terletak pada ketidakkonsistenan temuan terdahulu mengenai faktor sosial ekonomi dan masih terbatasnya penelitian yang secara simultan mengestimasi nilai ekonomi Pantai Sembukan dengan Travel Cost Method (TCM) serta menganalisis minat berkunjung kembali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei terhadap 85 responden. Analisis dilakukan menggunakan Travel Cost Method untuk mengestimasi surplus konsumen dan regresi logistik untuk menguji faktor-faktor yang memengaruhi minat berkunjung kembali. Hasil penelitian menunjukkan surplus konsumen Pantai Sembukan sebesar Rp2.403.019.477 per tahun pada tarif masuk Rp5.000, dengan rata-rata WTP sekitar Rp10.040 atau dibulatkan Rp10.000 per pengunjung. Secara simultan, pendapatan, jarak, usia, biaya kunjungan, dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung (p=0,002). Secara parsial, pendapatan berpengaruh positif dan signifikan (p=0,006), biaya kunjungan berpengaruh negatif dan signifikan (p=0,027), serta pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan (p=0,006), sedangkan jarak dan usia tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulannya, Pantai Sembukan memiliki manfaat ekonomi rekreasi yang cukup besar dan minat kunjungan kembali dipengaruhi terutama oleh karakteristik pendapatan, biaya, dan pendidikan. Pengelola disarankan meningkatkan kualitas fasilitas, sarana-prasarana, pengelolaan lingkungan, serta mempertimbangkan keterjangkauan biaya; penelitian selanjutnya disarankan mengukur jarak dalam kilometer dan menggunakan sampel yang lebih besar dengan distribusi usia yang lebih proporsional.