Abstrak
Persepsi Penduduk Pra Lansia Terhadap Transisi Kartu Tanda Penduduk Fisik Ke Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten
Oleh :
Intan Febiana - V8022060 - Sekolah Vokasi
Implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari
digitalisasi administrasi kependudukan masih menghadapi berbagai tantangan,
khususnya pada penduduk pra lansia yang memiliki tingkat kesiapan digital yang
beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penduduk pra lansia
terhadap transisi Kartu Tanda Penduduk fisik menuju Identitas Kependudukan
Digital (IKD) serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses transisi
tersebut di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan dengan observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi,
sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi penduduk pra lansia terhadap transisi
KTP fisik menuju IKD bersifat beragam dan tidak dapat digeneralisasi secara
tunggal. Berdasarkan analisis Technology Acceptance Model (TAM), persepsi
kegunaan (perceived usefulness) telah terbentuk dengan baik karena mayoritas
informan mengakui manfaat IKD dalam mempermudah akses dokumen
kependudukan dan pelayanan administrasi. Sebaliknya, persepsi kemudahan
penggunaan (perceived ease of use) belum terbentuk secara merata karena sebagian
besar informan masih mengalami kendala dalam menggunakan aplikasi IKD secara
mandiri. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan kemampuan menggunakan
teknologi digital, ketergantungan pada bantuan orang lain, keterbatasan perangkat
dan akses internet, kurangnya sosialisasi, serta kekhawatiran terhadap keamanan
data pribadi.