Abstrak
Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta
Oleh :
Hasna Nurfadhila - K3122037 - Fak. KIP
Hasna Nurfadhila. K3122037. Pembimbing I: Adi Dewantoro, S.Pd., M.Pd.KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 SURAKARTA. Tugas Akhir, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026Rendahnya regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta ditunjukkan dengan siswa sering bereaksi emosional berlebihan ketika ditegur, menunjukkan perilaku cepat marah, serta menarik diri dari pergaulan teman sekelas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya untuk meningkatkan regulasi emosi melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan bimbingan kelompok teknik role playing untuk meningkatkan regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode quasi experimental dengan non-equivalent pretest-posttest control group design. Subjek penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta berjumlah 16 siswa, terdiri atas 8 siswa kelompok eksperimen dan 8 siswa kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket regulasi emosi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan gain score dan uji Mann-Whitney. Hasil analisis gain score, kelompok eksperimen diperoleh skor pretest 439 meningkat menjadi skor posttest 501, sedangkan kelompok kontrol dari skor pretest 441 meningkat menjadi skor posttest 451. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (< 0,05), yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima, sehingga bimbingan kelompok teknik role playing efektif untuk meningkatkan regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Surakarta. Implikasi hasil penelitian adalah bimbingan kelompok teknik role playing dapat digunakan sebagai strategi untuk membantu meningkatkan regulasi emosi peserta didik. Saran bagi guru bimbingan dan konseling dapat menggunakan panduan yang telah disusun sesuai dengan tahapan teknik role playing. Peneliti selanjutnya dapat menjadikan referensi dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan bimbingan kelompok teknik role playing untuk meningkatkan regulasi emosi siswa.