Abstrak
Pengaruh Mutasi Gen KRAS terhadap Outcome Klinis Pasien dengan Kanker Kolorektal di RSUD Dr. Moewardi
Oleh :
Dorothy Eugene Nindya Wiharjanto - S562202002 - Fak. Kedokteran
Latar belakang: Mutasi KRAS sering ditemukan pada kanker kolorektal dan diduga berpengaruh buruk terhadap prognosis serta progresivitas penyakit. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh mutasi gen KRAS terhadap outcome klinis yaitu metastasis jauh dan mortalitas pada pasien kanker kolorektal di RSUD Dr. Moewardi.Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain kohort retrospektif pada 48 pasien kanker kolorektal stadium III. Seluruh pasien saat diagnosis awal tidak memiliki metastasis jauh, menjalani operasi reseksi sebagai kuratif, kemudian kemoterapi adjuvan 5-FU dan oxaliplatin lengkap. Status mutasi KRAS dinilai dengan imunohistokimia menggunakan antibodi RAS G12D (HL10) pada blok parafin. Metastasis jauh dinilai melalui CT scan abdomen dan foto rontgen toraks pasca kemoterapi adjuvan; mortalitas didata dari rekam medis/keluarga. Analisis menggunakan uji Fisher exact (OR) dan regresi Cox untuk survival.Hasil: Rerata usia 58,1±11,73 tahun; 62,5% perempuan; mutasi KRAS 66,7% (32/48). Sebanyak 72,9% mengalami metastasis, tersering di hepar (31,3%) diikuti paru (27,1%). Survival time 12–41 bulan dengan median 15 bulan. Proporsi metastasis pada KRAS mutan 75,0% vs non-mutan 68,8% (p=0,735; OR 1,364; CI95% 0,362–5,134). Mortalitas total 12,5% (6/48); pada KRAS mutan 15,6% vs non-mutan 6,3% (p=0,648; OR 2,778; CI95% 0,296–26,037). Analisis Cox tidak menunjukkan pengaruh bermakna mutasi KRAS terhadap survival time (p=0,485; HR 0,464; CI95% 0,054–4,005).
Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara mutasi KRAS dengan metastasis jauh maupun mortalitas. Namun terdapat kecenderungan peningkatan progresivitas pada kelompok mutasi KRAS positif (OR metastasis dan mortalitas lebih tinggi), dengan keterbatasan utama berupa jumlah event mortalitas yang rendah dan CI yang lebar.