;

Abstrak


Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Propolis Terhadap Flap Yang Mengalami Hipoksia: Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Model Skin Flap (Kajian Molekuler : MDA, VEGF, dan Gambaran Histopatologi Terhadap Survival Flap)


Oleh :
Sujek Miko Eka Putra - S562108008 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang : Hipoksia sering terjadi pada skin flap yang dapat menyebabkan proses stresoksidatif dan inflamasi. Proses tersebut mengakibatkan gangguan regenerasi jaringan sertamengganggu penyembuhan luka. Malondialdehyde (MDA) sebagai biomarker stres oksidatifmenjadi penanda kerusakan jaringan. VEGF juga terbentuk akibat stres oksidatif dari hipoksiamenandakan adanya proses angiogenesis, namun jika proses stres oksidatif tersebutberlebihan dapat mengganggu proses angiogenesis. Propolis, dengan kandungan flavonoiddan senyawa di dalamnya terbukti mampu menurunkan kadar MDA melalui aktivitasantioksidannya serta meningkatkan ekspresi VEGF dengen membatasi proses stres oksidatifsehingga mengurangi inflamasi dan mempercepat proses penyembuhan flap.Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh pemberian propolis terhadap kadar MDA, VEGDdan gambaran histopatologi terhadap survival flap.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post-test only controlgroup design menggunakan tikus putih jantan (Rattus Norvegicus) sebagai hewan coba. Hewancoba dikondisikan dengan model hewan coba skin flap lalu diberikan perlakuan berbeda padatiap kelompok perlakuan. Kelompok kontrol positif (jaringan luka + skin flap) denganpemberian aquadest (K); Kelompok perlakuan 1 (jaringan luka + skin flap 1/3 bagian +propolis dosis 800 mg/kgBB-1) (P1); Kelompok perlakuan 2 (jaringan luka + skin flap 1/2 bagian + propolis dosis 800 mg/kgBB-1) (P2); Kelompok perlakuan 3 (jaringan luka + skin flap 2/3 bagian + propolis dosis 800 mg/kgBB-1) (P3). Pada akhir penelitian akan dilakukan pengukuran kadar MDA dan VEGF darah yang diambil dari vena retroorbita. Selain itu jugadilakukan pemeriksaan gambaran histopatologis dari sampel jaringan skin flap. Uji statistikuntuk kadar MDA dan VEGF dilakukan dengan uji ANOVA lalu dilanjutkan dengan uji posthoc. Lalu untuk gambaran histopatologis dilakukan dengan uji kruskal wallis. Uji statistikdinyatakan signifikan jika p<0.05Hasil Penelitian Penurunan kadar MDA terendah adalah kelompok K (-3.89 ±0.47), tertinggiadalah kelompok P3 (-6.81 ±0.53), terdapat perbedaan signifikan dengan nilai p  < 0.001.Peningkatan kadar VEGF terendah adalah kelompok K (6.30 ±1.10), tertinggi adalahkelompok P3 (11.55 ±1.19), terdapat perbedaan signifikan dengan nilai < 0.001. Derajatnekrosis tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok p = 0.256, begitu juga dengan derajatradang akut juga tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok p = 0.513Kesimpulan Pada penelitian ini didapatkan hasil penelitian bahwa pemberian propolissignigikan meningkatkan survial flap dengan indikator penurunan MDA dan peningkatanVEGF. Pada tingaktan histopatologis pemberian propolis mampu menurunkan derajat nekrosisdan radang akut pada skin flap namun belum signfikan