Abstrak
Strategi Pengembangan Ekowisata Sebagai Upaya Konservasi Lingkungan Di Wisata Curug Semirang Semarang
Oleh :
Brighia Sastrani Naluri Allobua - M0822021 - Fak. MIPA
Curug Semirang merupakan destinasi wisata air terjun di Kelurahan Ngaliyan, Kota Semarang, yang berpotensi besar dikembangkan sebagai ekowisata berkelanjutan, meski pengelolaannya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan atraksi, kondisi jalur, fasilitas, dan promosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan permasalahan pengembangan ekowisata, mengkaji penerapan konsep 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary), serta merumuskan strategi pengembangan berdasarkan lima prinsip ekowisata, yaitu konservasi, partisipasi masyarakat, ekonomi, edukasi, dan pariwisata. Data dikumpulkan dari 100 responden melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skoring komponen 4A serta analisis SWOT berbasis matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan komponen Attraction memperoleh skor tertinggi sebesar 2.675 dari 3.000 (89,17%), diikuti Ancillary (79,97%), Amenity (79,57%), dan Accessibility (76,77%), yang seluruhnya termasuk kategori baik. Matriks IFAS menghasilkan total skor 2,59 dengan selisih kekuatan-kelemahan (S-W) sebesar 1,03, sedangkan matriks EFAS menghasilkan total skor 2,57 dengan selisih peluang-ancaman (O-T) sebesar 1,11, menempatkan Curug Semirang pada Kuadran I diagram SWOT dengan posisi strategi agresif (growth-oriented strategy). Strategi pengembangan diarahkan pada penguatan konservasi lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, pengembangan edukasi lingkungan, serta peningkatan kualitas pariwisata melalui pengembangan daya tarik, aksesibilitas, fasilitas, promosi digital, dan kerja sama antar pemangku kepentingan.Kata Kunci: Ekowisata, Curug Semirang, konsep 4A, analisis SWOT, IFAS-EFAS