Abstrak


REPRESENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM PRAKTIK KEAGAMAAN DI MASJID RAYA SHEIKH ZAYED SURAKARTA (Analisis Representasi Stuart Hall)


Oleh :
Muthi'ah Zahrotul Jannah - B0522053 - Fak. Ilmu Budaya

Muthi'ah Zahrotul Jannah. B0522053. 2026. Representasi Moderasi Beragama dalam Praktik Keagamaan di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta (Analisis Representasi Stuart Hall). Skripsi. Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi moderasi beragama dalam praktik keagamaan di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta serta menjelaskan mekanisme representasi yang berlangsung dalam praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall (1997) dengan pendekatan konstruksionis dan didukung konsep washatiyyah Mohammad Hashim Kamali (2015). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif-interpretatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama direpresentasikan melalui empat bentuk utama, yaitu simbol dan elemen fisik arsitektur, praktik ibadah ritual, kegiatan seni budaya dan festival, serta program pemberdayaan dan layanan sosial. Representasi tersebut memperlihatkan perpaduan nilai-nilai washatiyyah dengan budaya lokal Indonesia yang membentuk citra Islam yang inklusif, toleran, dan adaptif terhadap keberagaman. Mekanisme representasi berlangsung melalui proses konstruksi makna yang melibatkan pemerintah Uni Emirat Arab, pengelola masjid, dan berbagai aktor sosial melalui sistem joint committee Indonesia–Uni Emirat Arab. Representasi tersebut kemudian dimaknai oleh khalayak melalui tiga posisi pembacaan menurut Stuart Hall, yaitu dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional reading.