Abstrak


Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Surakarta


Oleh :
Nuzul Isnaini Fathurrahmah - K8422061 - Fak. KIP

Nuzul Isnaini Fathurrahmah. K8422061. Pembimbing: Dr. Siany Indria Liestyasari, S.Ant., M.Hum. IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA NEGERI 1 SURAKARTA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk implementasi pendidikan multikultural dalam proses pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Surakarta, dan (2) mengetahui strategi guru sosiologi dalam menerapkan pendidikan multikultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif deskripstif dengan pendekatan studi kasus dan bertumpu pada teori lima dimensi pendidikan multikultural James A. Banks. Sumber data terdiri atas data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa dokumen perencanaan pembelajaran, buku teks, dokumen evaluasi, arsip sekolah, dan dokumen pendukung lainnya. Informan dipilih menggunakan purposive sampling yang terdiri dari dua guru sosiologi dan delapan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan untuk analisis data digunakan model Miles dan Huberman. Penelitian memperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, bentuk implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sosiologi terlihat pada setiap tahapan pembelajaran. Pada tahap perencanaan, implementasi dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran (PP). Pada tahap pelaksanaan, implementasi diwujudkan melalui penyampaian materi yang mengembangkan pengetahuan peserta didik terhadap keberagaman, penggunaan model dan metode yang mendorong pembelajaran interaktif, pembentukan kelompok belajar yang mampu mengakomodasi keterlibatan dan partisipasi seluruh peserta didik, serta pemberian penguatan untuk menanamkan nilai toleransi. Selanjutnya pada tahap evaluasi, implementasi dilakukan dengan memberikan penugasan portofolio karya yang mencerminkan nilai-nilai keberagaman, menerapkan penilaian afektif yang berfokus pada pengembangan sikap toleransi, empati, kerja sama, dan sikap inklusif antar peserta didik, serta melakukan penilaian secara objektif termasuk melalui penilaian antar teman (peer assessment). Kedua, strategi guru dalam menerapkan pendidikan multikultural dilakukan dengan memasukkan nilai-nilai multikultural pada materi pembelajaran, mengembangkan pembelajaran reflektif dan kontekstual untuk mengurangi prasangka, dan membangun lingkungan belajar yang inklusif melalui kesempatan belajar yang setara dan adil bagi seluruh peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa lima dimensi pendidikan multikultural Banks telah tercermin dalam pembelajaran sosiologi. Meskipun demikian, implementasi tersebut belum sepenuhnya optimal dan masih memerlukan penguatan pada beberapa aspek. Dalam penerapannya, guru menghadapi keterbatasan waktu untuk mengakomodasi keberagaman peserta didik serta memastikan konsistensi penerapan nilai-nilai multikultural di luar lingkungan sekolah.