Abstrak
Penggunaan Generative Artificial Intelligence (AI) sebagai Scaffolding Digital dalam Pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri Gondangrejo
Oleh :
Olivia Sinta Dewi - K8422062 - Fak. KIP
Olivia Sinta Dewi. K8422062. Pembimbing: Dr. Siany Indria Liestyasari, S.Ant., M.Hum. PENGGUNAAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI SCAFFOLDING DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA NEGERI GONDANGREJO. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026. Perkembangan pendidikan dan teknologi telah mendorong transformasi bentuk scaffolding dalam pembelajaran, seperti hadirnya generative AI yang digunakan sebagai sumber bantuan belajar oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengalaman peserta didik dalam menggunakan generative AI sebagai scaffolding digital dalam membantu proses belajar sosiologi di SMA Negeri Gondangrejo dan (2) mengetahui kendala yang dialami peserta didik dalam menggunakan generative AI sebagai scaffolding digital pada pembelajaran sosiologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi berdasarkan data primer dari peserta didik kelas XI dan guru sosiologi, sedangkan data sekunder berasal dari perangkat pembelajaran, dokumen penugasan peserta didik, dan tangkapan layar penggunaan generative AI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non partisipatif, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model MIles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, Pertama, generative AI digunakan sebagai scaffolding digital untuk membantu peserta didik dalam memahami materi dan menyelesaikan tugas sosiologi yang belum dapat mereka lakukan secara mandiri melalui penyederhanaan konsep, pemberian contoh kontekstual, penyusunan ide, dan penyediaan informasi yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, Kedua, peserta didik masih mengalami kendala, seperti kesulitan menyusun prompt yang tepat untuk memperoleh jawaban yang sesuai dengan kebutuhan belajar dan guru belum optimal dalam memberikan arahan teknis terkait penggunaan generative AI.