Abstrak


EVALUASI PELAKSANAAN DAN PENGELOLAAN ANGGARAN PROGRAM SEMUA BISA SARJANA SEMUA BISA SEHAT DAN SEMUA BISA SEJAHTERA PADA PEMERINTAH DESA BERJO


Oleh :
Dendy Sefia Ardani - V1423018 - Sekolah Vokasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pengelolaan anggaran Program Tiga SBS (Semua Bisa Sarjana, Semua Bisa Sehat, dan Semua Bisa Sejahtera) pada Pemerintah Desa Berjo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelaksanaan program mengikuti lima tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban yang secara umum telah sesuai dengan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, dengan analisis perbandingan anggaran menunjukkan total anggaran sebesar Rp2.545.401.200,00 dan realisasi Rp2.073.319.200,00 sehingga tingkat serapan mencapai 80,22% dengan sisa anggaran Rp472.082.000,00 yang akan menjadi SILPA tahun 2026, Faktor-faktor utama penyebab deviasi anggaran meliputi target penerima yang terlalu optimis, data calon penerima yang belum akurat, estimasi harga yang terlalu tinggi. dengan dampak yang ditimbulkan antara lain terbentuknya SILPA yang signifikan, serta tidak optimalnya pencapaian target program. Sistem pelaksanaan dan pertanggungjawaban yang ada secara umum telah berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, namun masih terdapat kelemahan dalam hal akurasi data perencanaan dan koordinasi antar perangkat desa, di mana rendahnya serapan anggaran membawa dampak multidimensional terhadap pengelolaan keuangan, pelaksanaan program, serta kredibilitas pemerintah desa. Pemerintah Desa Berjo perlu melakukan pendataan ulang potensi penerima beasiswa berbasis data riil kependudukan yang diperbarui secara berkala, menerapkan pendekatan bottom-up planning dalam penyusunan anggaran dan melakukan survei harga pasar sebelum menyusun RAB dengan mengacu pada Standar Satuan Harga (SSH) yang berlaku, memecah proyek jangka panjang menjadi beberapa tahapan yang dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran untuk menekan SILPA serta melakukan evaluasi menyeluruh dan berkelanjutan terhadap sistem perencanaan dan pengelolaan keuangan desa untuk memutus siklus negatif rendahnya serapan anggaran dan berkurangnya pendapatan transfer.