Abstrak


Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa antara Penggunaan Media Riil dan Media Virtual pada Materi Viskositas


Oleh :
Irawan Aji - K2322039 - Fak. KIP

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran fisika. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak, termasuk materi viskositas dan kecepatan terminal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar menggunakan media riil berupa alat peraga pengukur kecepatan terminal bola dan siswa yang belajar menggunakan media virtual berupa animasi pada materi viskositas. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Wuryantoro. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas XI F3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI F4 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 33 siswa. Sebelum perlakuan diberikan, kesetaraan karakteristik akademik awal kedua kelas dianalisis menggunakan data nilai akademik awal. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan media riil berupa alat peraga pengukur kecepatan terminal bola dalam fluida viskos, sedangkan kelas kontrol menggunakan media virtual berupa animasi. Data kemampuan berpikir kritis dikumpulkan melalui tes objektif yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U karena data posttest tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan capaian posttest kemampuan berpikir kritis antara kedua kelompok. Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan nilai p < 0,001, dengan mean rank kelas eksperimen sebesar 42,30 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 24,70. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 92,68, sedangkan kelas kontrol sebesar 83,84. Perbedaan tersebut didukung oleh nilai rank-biserial correlation sebesar 0,534 yang menunjukkan efek besar. Dengan demikian, terdapat perbedaan capaian posttest kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar menggunakan media riil dan siswa yang belajar menggunakan media virtual pada materi viskositas. Dalam konteks pembelajaran yang diteliti, kelompok yang menggunakan media riil memperoleh capaian posttest kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang menggunakan media virtual.