Abstrak


Majalah Palawa Sebagai Media Advokasi Korban Tragedi 1965 Oleh Sekber’65 Surakarta


Oleh :
Berliana Mifta Azzahra - K4422015 - Fak. KIP

Berliana Mifta Azzahra. K4422015. MAJALAH PALAWA SEBAGAI MEDIA ADVOKASI KORBAN TRAGEDI 1965 OLEH SEKBER ’65 SURAKARTA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2026. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang penerbitan Majalah Palawa oleh Sekretariat Bersama Korban Tragedi 1965 (Sekber ’65) Surakarta, dan (2) mengetahui peran Majalah Palawa sebagai media advokasi bagi korban Tragedi 1965. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Kantor Sekber ’65 Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus Sekber ’65 dan pemimpin redaksi Majalah Palawa, serta dokumentasi berupa arsip majalah, dokumen organisasi, dan sumber pendukung lainnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerbitan Majalah Palawa dilatarbelakangi oleh kebutuhan Sekber ’65 untuk menghadirkan media yang mampu mendokumentasikan pengalaman korban, melawan stigma yang masih melekat, serta menyampaikan perspektif korban yang selama ini kurang terakomodasi dalam media arus utama. Penerbitan majalah didukung oleh Program Peduli melalui Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan dikelola secara partisipatif oleh pengurus serta anggota Sekber ’65. Sebagai media advokasi, Majalah Palawa berperan sebagai sarana komunikasi organisasi, media dokumentasi dan pembentukan memori kolektif, media edukasi publik mengenai Tragedi 1965, ruang representasi aspirasi korban, serta instrumen advokasi non litigasi yang mendorong pengakuan, penghapusan stigma, dan pemulihan hak-hak korban. Melalui berbagai rubrik yang memuat testimoni, gagasan, laporan kegiatan, dan tulisan generasi muda, Majalah Palawa tidak hanya memperkuat solidaritas antar penyintas, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia masa lalu.