Abstrak


Analisis Spasial Temporal Perkembangan Wisata Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2010-2025


Oleh :
Shoffina Luthfi Radifah - K5421077 - Fak. KIP

Kecamatan Ngargoyoso sebagai wilayah berpotensi wisata menghadapi tantangan alih fungsi lahan perkebunan teh menjadi area wisata yang berdampak pada aspek lingkungan serta sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis spasial temporal perkembangan wisata, perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Ngargoyoso tahun 2010-2025, dan dampak perubahan penggunaan lahan akibat wisata terhadap kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan spasial (keruangan) dengan analisis proses spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data dikumpulkan dengan observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan interpretasi citra. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan signifikan pada perkembangan wisata di Kecamatan Ngargoyoso, objek wisata meningkat dari 14 unit (Periode I) menjadi 25 unit (Periode II) dengan peningkatan progresif di Desa Berjo dan Kemuning, diikuti perluasan area wisata dari 25,08 Ha menjadi 306,13 Ha dengan peningkatan luas area wisata terbesar di Desa Berjo. Persebaran wisata dipengaruhi oleh kutub pertumbuhan wisata dan pergerakan spasial perkembangan wisata menunjukkan dinamika orientasi dengan pola arah Barat Laut-Tenggara dan Utara-Selatan. Kepadatan spasial wisata tertinggi berpusat di Desa Kemuning dan Puntukrejo pengaruh faktor aksesibilitas. Serta perkembangan jenis atraksi alam lebih signifikan dari atraksi yang lain dan peningkatan fasilitas akomodasi dan kuliner sebesar 59% dan 139%. Perkembangan ini memicu alih fungsi lahan pertanian yang didominasi oleh konversi menjadi permukiman (36,9 Ha pada Periode I dan 38,31 Ha pada Periode II) serta area wisata (dari 0,3 Ha menjadi 10,45 Ha), terutama di Desa Berjo, Kemuning, Girimulyo, Puntukrejo. Dinamika ini menimbulkan dampak ganda; secara positif, pariwisata mendorong pelestarian lingkungan di Desa Berjo, menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) masing-masing sebesar 56,77% dan 4,04% di Desa Berjo dan Girimulyo, membuka lapangan kerja bagi 434 orang, dan meningkatkan pendapatan masyarakat rentang