Abstrak
Pengaruh Sektor Keuangan, Digitalisasi, Demografi, dan Tingkat Pendidikan terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia: Pendekatan Fragmentasi Wilayah Jawa dan Luar Jawa Periode 2015-2024
Oleh :
Fahmadellia Eviesta Saraswati - F0122062 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor keuangan, digitalisasi, jumlah penduduk, dan tingkat pendidikan terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia serta mengidentifikasi perbedaan tingkat ketimpangan berdasarkan wilayah Jawa dan luar Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang mencakup 34 provinsi di Indonesia selama periode 2015–2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) dan estimasi akhir menggunakan robust standard error untuk mengatasi heteroskedastisitas. Fragmentasi wilayah dilakukan dengan memasukkan variabel dumm wilayah, dengan Jawa sebagai kelompok referensi dan luar Jawa sebagai kelompok pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan digitalisasi, jumlah penduduk, dan tingkat pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Selain itu, variabel dummy wilayah luar Jawa menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa setelah karakteristik inklusi keuangan, digitalisasi, jumlah penduduk, dan tingkat pendidikan dikendalikan, terdapat perbedaan tingkat ketimpangan pendapatan antara wilayah Jawa dan luar Jawa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kebijakan pengurangan ketimpangan perlu mempertimbangkan karakteristik kewilayahan, selain memperhatikan perluasan akses keuangan, digitalisasi, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan potensi demografi secara produktif.