Abstrak
Studi Komparatif Kekakuan Lentur Balok Laminasi Kayu Jabon-Bambu Petung Menggunakan Transformed Cross Section, Layered Beam Theory, dan Gross Section Method
Oleh :
Annisa Yera Anggraeni - K1522012 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan Transformed Cross
Section (TCS), Layered Beam Theory (LBT), dan Gross Section Method dalam
memprediksi kekakuan lentur balok laminasi kayu jabon-bambu petung
berdasarkan hasil eksperimen. Metode yang digunakan adalah desain penelitian
kuantitatif dengan pendekatan analitis komparatif terhadap data sekunder yang
berasal dari pengujian eksperimen. Data yang digunakan diperoleh dari penelitian
Ghani (2020) dan Prastya (2020), meliputi geometri balok, konfigurasi lapisan
penyusun, modulus elastisitas material serta data hasil pengujian lentur yang
digunakan untuk memperoleh nilai EI hasil eksperimen. Analisis dilakukan
menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung nilai EI berdasarkan metode
TCS, LBT, dan Gross section, kemudian dibandingkan dengan nilai EI hasil
eksperimen menggunakan persentase selisih sebagai indikator tingkat kesesuaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode menghasilkan nilai kekakuan
lentur yang berbeda pada setiap variasi balok laminasi. Pada susunan horizontal,
metode LBT dan TCS menghasilkan tingkat kesesuaian yang sama terhadap hasil
eksperimen, sedangkan pada susunan vertikal LBT memberikan hasil yang paling
mendekati eksperimen pada dua dari tiga variasi, sementara TCS memberikan hasil
terbaik pada satu variasi. Secara keseluruhan, LBT memiliki rata-rata persentase
selisih paling kecil sehingga direkomendasikan sebagai metode teoritis yang paling
sesuai dalam memprediksi kekakuan lentur balok laminasi kayu jabon-bambu
petung