;

Abstrak


KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PADAIMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM(STUDI KASUS DI SDN 8 BOYOLALI)


Oleh :
Irma Pangestika - S032508073 - Fak. KIP

Pembelajaran mendalam menuntut kepemimpinan kepala sekolah yangkuat, sementara kajian yang memadukan kedua hal tersebut pada jenjang sekolahdasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perankepemimpinan kepala sekolah pada implementasi pembelajaran mendalam di SDN8 Boyolali; (2) menganalisis implementasi pembelajaran mendalam di SDN 8Boyolali; dan (3) mengidentifikasi kendala beserta solusi dalam implementasipembelajaran mendalam di SDN 8 Boyolali.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus.Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru,operator sekolah, dan pengawas sekolah, observasi pembelajaran pada empat kelas,serta studi dokumen berupa Rapor Pendidikan, RKAS, modul ajar, dan dokumensupervisi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dantriangulasi waktu. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles,Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data,penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, kepala sekolahmenjalankan peran kepemimpinan melalui peran perencana program berbasis dataRapor Pendidikan, pendamping guru pada penyusunan perangkat pembelajaranmendalam, fasilitator sarana prasarana, motivator, supervisor reflektif yang tidakmenghakimi, serta penguatan komunitas belajar pada tingkat sekolah dan gugus.Kedua, implementasi pembelajaran mendalam berlangsung secara substantif padaperencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran dengan capaian delapandimensi profil lulusan yang bervariasi; dimensi komunikasi dan kolaborasi palingdominan, sedangkan penalaran kritis dan kreativitas pada kelas rendah masihmemerlukan penguatan. Ketiga, kendala internal berupa keterbatasan literasi digitalguru senior, konsistensi refleksi, dan keterbatasan waktu kepala sekolah sertakendala eksternal berupa keterbatasan kuota pelatihan dan variasi dukungan orangtua diatasi melalui pendampingan individu, tutor sebaya, komunitas belajar,apresiasi, serta kolaborasi dengan BBGTK, dinas pendidikan, dan orang tua.Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaranmendalam digerakkan oleh kepemimpinan bernuansa (nuance leadership), yaitukepala sekolah yang memadukan beragam gaya kepemimpinan secara sadar-konteks, dengan corak instruksional, situasional, dan transformasional sebagai yangpaling menonjol, sesuai tingkat kesiapan guru.