Abstrak
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM MENANGGULANGI PELANGGARAN KEPABEANAN SERTA PEREDARAN ROKOK ILEGAL DI KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT
Oleh :
Syahrurrozi - S362408010 - Fak. Hukum
Peredaran
rokok ilegal merupakan kejahatan ekonomi serius yang merugikan keuangan negara
secara fiskal, merusak keadilan pasar, dan melemahkan kepatuhan hukum
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab
ketidakefektifan kebijakan hukum pidana saat ini serta merumuskan model
penanggulangan hukum pidana yang ideal di Kota Mataram. Metode penelitian yang
digunakan adalah penelitian kombinasi (mixed methods research) dengan
pendekatan normatif-empiris melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual,
dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hukum pidana saat
ini belum efektif karena penegakan hukum cenderung mengutamakan denda
administratif, sehingga mengurangi efek jera dan dijadikan biaya operasional
usaha oleh sindikat besar. Selain itu, terdapat hambatan struktural berupa
keterbatasan kapasitas aparat, fasilitas pelacakan digital, serta tidak adanya
Peraturan Daerah sebagai payung hukum operasional Satuan Polisi Pamong Praja
(Satpol PP) di lapangan. Penelitian ini menegaskan perlunya rekonstruksi
kebijakan melalui model penegakan hukum bertingkat yang mengintegrasikan
penegakan administratif (administrative enforcement) untuk pelaku eceran
kecil pemula, penegakan campuran (hybrid enforcement) dengan penyidikan
bersyarat bagi distributor menengah, dan penegakan pidana total (full
criminal enforcement) bagi produsen, sindikat besar, dan sindikat digital.
Model ideal ini wajib didukung oleh pembentukan satuan tugas bersama (joint
task force) lintas lembaga, pengesahan Peraturan Daerah khusus sebagai
payung hukum kewenangan penuh Satpol PP, serta penerapan pertanggungjawaban
pidana korporasi (corporate criminal liability) berbasis pembuktian niat
jahat perusahaan (corporate mens rea) untuk menjerat pemilik modal.