Abstrak
Agenda Setting Dalam Social Media Journalism(Studi Agenda Setting Dalam Pemberitaan Persidangan Kasus “Ferdy Sambo” Pada Akun TikTok @metro_tv)
Oleh :
Arlisa Ratnastuti - S262108005 - Fak. ISIP
Arlisa Ratnastuti. 2025. S262108005. 2025. Agenda Setting Dalam Social Media Journalism (Studi agenda setting Dalam Pemberitaan Persidangan Kasus Ferdy Sambo Pada Akun TikTok @metro_tv). Pembimbing I. Prof. Dr. Mahendra Wijaya, MS. Pembimbing II. Prof. Drs. Prahastiwi Utari, Ph.D. Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isi konten yang disajikan oleh Metro TV pada akun TikTok @metro_tv terkait konten pemberitaan “Ferdy Sambo” secara tekstual dan agenda yang terbentuk melalui penerimaan pesan terkait konten pemberitaan “Ferdy Sambo” pada akun TikTok @metro_tv. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis Isi (Content Analysis). Sumber data menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data dengan cara melihat akun TikTok @metro_tv pada periode yang sudah ditentukan yakni 1 September hingga 31 Desember 2022 dan mencatat konten terkait pemberitaan kasus “Ferdy Sambo”. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian bahwa isi konten yang disajikan oleh Metro TV terkait konten pemberitaan “Ferdy Sambo” pada akun TikTok @metro_tv dibagi menjadi empat periode masa sidang kasus Ferdy Sambo yaitu masa sidang awal terdapat 29 konten, masa sidang pemeriksaan saksi terdapat 150 konten, Topik masa sidang pemeriksaan saksi ahli dan sidang lanjutan 86 konten dan topik masa sidang pembacaan tuntutan 27 konten, semakin menarik konten maka media sosial akan melanjutkan dengan konten-konten sejenis untuk menarik minat atau interaksi masyarakat khususnya pada kasus hukum yang viral. Agenda yang terbentuk melalui penerimaan pesan konten terkait konten pemberitaan “Ferdy Sambo” pada akun TikTok @ metro_tv bahwa kasus Ferdy Sambo di Tiktok Metro Tv menjadi perhatian publik, hal ini menunjukkan bahwa teori agenda setting dapat memberikan pemahaman bagaimana media mempengaruhi persepsi publik, tetapi di sisi lain publik dapat membangun pandangannya tentang realitas berdasarkan informasi yang diperoleh sehingga kasus Sambo mengalami pergeseran agenda setting menjadi agenda publik yang dapat mempengaruhi pemberitaan media sosial.