Abstrak


Pengaruh Kebijakan Baru Pasca Merger terhadap Produktivitas Karyawan Divisi Penjualan PT Ambassador Garmindo


Oleh :
Agung Virgiawan - V1623004 - Sekolah Vokasi

PT Ambassador Garmindo melakukan merger dengan PT Efrata Garmindo Utama pada Januari 2026 sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik dan internasional, yang kemudian mendorong perusahaan menerapkan sejumlah kebijakan baru yang mencakup perubahan SOP kerja, restrukturisasi struktur organisasi, sistem penilaian kinerja, skema insentif dan kompensasi, serta penyesuaian aturan kerja. Empat bulan pasca merger, capaian omzet divisi penjualan menurun dari 98% menjadi 61%, disertai turnover karyawan sebesar 23,08% atau 9 dari 39 karyawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kebijakan baru yang diterapkan pasca merger, mengenalisis perubahan produktivitas karyawan divisi penjualan, dan menguji pengaruh kebijakan terhadap produktivitas karyawan divisi penjualan PT Ambassador Garmindo.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan lewat kuesioner berskala likert, observasi, dan dokumentasi terhadap seluruh 39 karyawan divisi penjualan (sales executive dan merchandiser), yang berperan sekaligus sebagai populasi dan sampel penelitian. Pengolahan data mencakup uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier sederhana yang meliputi uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F, seluruhnya dijalankan dengan perangkat lunak SPSS.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan baru pasca merger berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan divisi penjualan. Meskipun demikian, proses integrasi organisasi PT Ambassador Garmindo secara keseluruhan masih berada pada tahap moving dalam model perubahan Kurt Lewin dan belum mencapai tahap refreeze.Simpulan penelitian bahwa kebijakan baru pasca merger berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan divisi penjualan, meskipun proses integrasi organisasi PT Ambassador Garmindo secara keseluruhan masih berada pada tahap moving dalam model perubahan Kurt Lewin dan belum mencapai tahap refreeze. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan penerapan Scoring Board Kinerja sebagai penilaian yang lebih transparan dan terukur.