Abstrak


RUANG AMAN PEREMPUAN DALAM TRANSPORTASI BERBASIS RIDE-HAILING : ANALISIS PEMBENTUKAN STRATEGI PEREMPUAN GUNA MEMPRODUKSI RUANG AMAN PEREMPUAN DALAM PLATFORM 'ANJEM' DI KALANGAN MAHASISWI UNIVERSITAS SEBELAS MARET


Oleh :
R. Ayyasy Nur Falah - D0322089 - Fak. ISIP

R. Ayyasy Nur Falah. D0322089. 2026. Judul: Ruang Aman Perempuan Dalam Transportasi Berbasis Ride-Hailing: Analisis Pembentukan Strategi Perempuan Guna Memproduksi Ruang Aman Perempuan Dalam Platform 'Anjem' Di Kalangan Mahasiswi Universitas Sebelas Maret. Dosen Pembimbing: Dr. Siti Zunariyah, S.Sos., M.Si. Skripsi. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.Mobilitas perempuan dalam penggunaan layanan transportasi berbasis ride- hailing berlangsung dalam situasi yang dapat menghadirkan berbagai kerentanan, sehingga pengalaman perempuan dalam menggunakan layanan transportasi menjadi salah satu dasar dalam membentuk pilihan dan tindakan selama melakukan mobilitas. Kondisi tersebut menjadi konteks berkembangnya Anjem sebagai layanan transportasi berbasis komunitas di kalangan mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi transisi pengguna menuju Anjem, memahami pemaknaan ruang aman dalam ekosistem Anjem, serta menganalisis strategi perempuan dalam membentuk dan mempertahankan ruang aman selama menggunakan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Informan penelitian dipilih secara purposive yang terdiri atas pengguna, driver, dan pemilik layanan Anjem. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis fenomenologis kemudian diinterpretasikan menggunakan Teori Strukturasi Anthony Giddens untuk memahami hubungan antara agensi aktor dan struktur dalam praktik penggunaan layanan Anjem.Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu menegosiasikan transisi pilihan layanan mobilitas menuju Anjem, membangun kepercayaan terhadap ekosistem Anjem, pemaknaan ruang aman, pembentukan strategi oleh pengguna, serta merawat keberlanjutan ruang aman dalam ekosistem Anjem. Transisi menuju Anjem dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, aksesibilitas, fleksibilitas, dan kedekatan sosial, dengan pengalaman mobilitas sebelumnya menjadi dasar refleksi pengguna dalam lam menentukan menentukan pilihan layanan. Pengguna kemudian membentuk strategi sebelum dan selama perjalanan melalui pemilihan driver, penilaian kredibilitas, pengaturan waktu, pemanfaatan jaringan sosial, pembatasan informasi pribadi, dan penyesuaian komunikasi.Dalam perspektif Teori Strukturasi Anthony Giddens, temuan tersebut menunjukkan bahwa ruang aman terbentuk melalui hubungan timbal balik antara agensi aktor dan struktur layanan. Pengalaman dan refleksi mendorong munculnya strategi, sementara strategi yang dilakukan secara berulang turut membentuk dan mereproduksi praktik serta atur nan dalam ekosistem em Anjem. Dengan demikian, ruang aman perempu an proses sosial yang terus dibentuk melalui pengalaman, kepercayaa dan praktik sehari-hari, bukan kondisi