Abstrak
Penggunaan Permainan Bakiak Batok dalam Meningkatkan Kemampuan Gerak Lokomotor pada Anak Usia 4–5 Tahun
Oleh :
Wulandari - K8122075 - Fak. KIP
Wulandari. K8122075. PENGGUNAAN PERMAINAN TRADISIONAL
BAKIAK BATOK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK
LOKOMOTOR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN. TK Aisyiyah 1 Sawahan
Tahun Ajaran 2025/2026. Skripsi Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juni 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerak lokomotor pada
anak usia 4-5 tahun di kelompok A TK Aisyiyah 1 Sawahan tahun ajaran 2025/2026
melalui permainan tradisional bakiak batok. Penelitian ini menggunakan metode
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan
subjek sebanyak 22 anak. Model yang digunakan adalah Kemmis dan McTaggart
yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
Penelitian diawali dengan tahap perencanaan berupa penyusunan RPPH,
mempersiapkan media pembelajaran berupa permainan tradisional bakiak batok,
penyusunan instrumen penilaian, serta persiapan dokumentasi. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif
diperoleh melalui tes unjuk kerja pada tahap pratindakan, siklus I, dan siklus II,
sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru
kelas, dan dokumentasi berupa foto serta catatan selama proses pembelajaran.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan
kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan tradisional
bakiak batok dapat meningkatkan kemampuan gerak lokomotor anak usia 4-5
tahun. Peningkatan kemampuan gerak lokomotor ditunjukkan pada indikator
berjalan dengan persentase ketuntasan pratindakan sebesar 31,82%, meningkat
menjadi 54,55% pada siklus I, dan mencapai 95,45% pada siklus II. Pada indikator
berlari, persentase ketuntasan meningkat dari 27,27% pada pratindakan, menjadi
63,64% pada siklus I, dan mencapai 90,91% pada siklus II. Pada indikator
melompat, persentase ketuntasan meningkat dari 31,82% pada pratindakan,
menjadi 72,73% pada siklus I, dan mencapai 95,45% pada siklus II. Pada indikator
meloncat, persentase ketuntasan meningkat dari 22,73% pada pratindakan, menjadi
68,18% pada siklus I, dan mencapai 95,45% pada siklus II. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan tradisional
bakiak batok dapat meningkatkan kemampuan gerak lokomotor anak usia 4-5 tahun
di kelompok A TK Aisyiyah 1 Sawahan tahun ajaran 2025/2026.
Kata kunci: pembelajaran; permainan tradisional; bakiak batok; gerak lokomotor;
anak usia dini