Abstrak
PENGARUH MEDIA PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY (PhET)TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERIPECAHAN DITINJAU DARI GAYA BELAJARSISWA SEKOLAH DASAR
Oleh :
Rita Dwi Purwanti - S032502026 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui manakah yangmenghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik padamateri pecahan, pembelajaran menggunakan media Physics EducationTechnology (PhET) atau pembelajaran menggunakan media LKS; (2)mengetahui manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalahmatematika yang lebih baik, siswa dengan gaya belajar visual, auditori, ataukinestetik; (3) mengetahui apakah terdapat interaksi antara media pembelajaran(PhET dan LKS) dengan gaya belajar siswa (visual, auditori, dan kinestetik)terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika; dan (4) mengetahui padamasing-masing kategori gaya belajar siswa (visual, auditori, dan kinestetik),manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yanglebih baik, pembelajaran menggunakan media PhET atau pembelajaranmenggunakan media LKS.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain faktorial 2 × 3. Populasi penelitian adalah seluruhsiswa kelas V SD Negeri di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling (sensus) dan diperoleh 71siswa dengan uji lanjut Scheffe.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran menggunakanmedia PhET menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yanglebih baik dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan media LKS; 2)siswa dengan gaya belajar visual menghasilkan kemampuan pemecahan masalahmatematika yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar auditori dankinestetik pada materi pecahan; 3) pada kelompok yang belajar menggunakanmedia PhET, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari yangtertinggi berturut-turut adalah siswa dengan gaya belajar visual, kinestetik, danauditori, sedangkan pada kelompok yang belajar menggunakan media LKS,kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari yang tertinggi berturut-turut adalah siswa dengan gaya belajar kinestetik, visual, dan auditori; dan 4)pada masing-masing kategori gaya belajar (visual, auditori, dan kinestetik),pembelajaran menggunakan media PhET menghasilkan kemampuan pemecahanmasalah matematika yang lebih baik dibandingkan dengan media LKS.