Abstrak


PENGARUH SISTEM BUDIDAYA PADI ORGANIK DAN KONVENSIONAL TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL, DAN KERAGAMAN ARTHROPODA PADA PADI (Oryza sativa L.)


Oleh :
Novia Anugraheni - H0722120 - Fak. Pertanian

Tantangan yang sering dihadapi dalam meningkatkan produktivitas padi meliputi sistem pertanian yang diterapkan, keseimbangan ekosistem, serta serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. ​​Salah satu alternatif yang semakin banyak diteliti adalah peralihan ke sistem budidaya organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pertanian terhadap peningkatan pertumbuhan, hasil panen, dan keanekaragaman artropoda di lahan sawah. Penelitian dilaksanakan di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai bulan September 2025 hingga Januari 2026. Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan pengambilan sampel secara acak pada lahan organik seluas 2.000 m² dan lahan konvensional seluas 1.700 m². Pengambilan sampel dilakukan terhadap 30 sampel berbeda. Analisis keanekaragaman artropoda dilakukan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), sedangkan indeks dominansi dihitung menggunakan rumus indeks dominansi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya padi organik tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen dibandingkan dengan budidaya konvensional. Budidaya padi konvensional mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Budidaya organik mampu meningkatkan keanekaragaman artropoda di lahan sawah. Keanekaragaman artropoda lebih tinggi pada lahan organik, yang ditunjukkan oleh nilai H' = 1,77, dibandingkan dengan 1,67 pada lahan konvensional.