Abstrak
Leksikon dalam Upacara Daur Hidup Keraton Yogyakarta Hadiningrat: Kajian Antropologi Linguistik
Oleh :
Agsel Fia Steviw Ade Ratna - B0222003 - Fak. Ilmu Budaya
Agsel Fia Steviw Ade Ratna. B0222003. 2026. Judul “Leksikon dalam Upacara Daur Hidup Keraton Yogyakarta Hadiningrat: Kajian Antropologi Linguistik.” “Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta”.Leksikon dalam upacara daur hidup di Keraton Yogyakarta Hadiningrat tidak hanya berfungsi sebagai unsur kebahasaan, akan tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan pandangan hidup masyarakat Keraton Yogyakarta. Leksikon tersebut menarik untuk dikaji karena memiliki variasi jenis satuan lingual, mengandung makna leksikal, serta mencerminkan pandangan hidup yang melatarbelakangi kehidupan masyarakatnya. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah, yaitu (i) bagaimanakah jenis satuan lingual dan makna leksikal yang digunakan dalam upacara daur hidup di Keraton Yogyakarta, dan (ii) bagaimanakah pandangan hidup masyarakat yang tercermin dalam upacara daur hidup Keraton Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan guna mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis satuan lingual dan makna leksikal dalam upacara daur hidup di Keraton Yogyakarta, serta mendeskripsikan pandangan hidup masyarakat yang tercermin dalam upacara daur hidup Keraton Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa leksikon yang digunakan dalam rangkaian upacara daur hidup di Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Sumber data primer yang digunakan adalah sumber lisan dari informan terpilih, yaitu KRT. Rintaiswara, KRT. Wiraguna, dan KMT. Widya Winata. Sementara itu, sumber data sekunder yang digunakan adalah sumber tertulis, yakni buku berjudul Potret Pengasuhan Anak Sejak dalam Kandungan hingga Remaja: Kajian Serat Tata Cara dan literatur pendukung. Penelitian ini dilaksanakan di Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Metode dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi partisipasi pasif dan metode wawancara dengan teknik rekam, teknik catat, dan teknik pustaka. Metode analisis data yang digunakan yakni metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) dan metode analisis deskriptif kualitatif Miles & Huberman.Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) ditemukan data leksikon upacara daur hidup Keraton Yogyakarta dengan klasifikasi satuan lingual berupa kata dengan rincian subkategori monomorfemis, subkategori polimorfemis, dan subkategori kata majemuk. Sementara itu, klasifikasi berupa frasa dengan rincian subkategori frasa nominal dan subkategori frasa verbal. (2) leksikon upacara daur hidup Keraton Yogyakarta memuat makna leksikal dan mencerminkan pandangan hidup masyarakat Keraton Yogyakarta. Temuan ini menegaskan adanya hubungan erat antara bahasa dan budaya dalam upacara daur hidup Keraton Yogyakarta.