Abstrak
Traditional Science Learning In Sagon Bakar: Rekonstruksi Etnosains Dalam Proses Pembuatan Makanan Tradisional Sebagai Bahan Ajar IPA Smp
Oleh :
Wafiq Nur Azizah - K4522094 - Fak. KIP
Pengintegrasian kearifan lokal ke dalam pendidikan
sains memberikan peluang untuk mengontekstualisasikan pembelajaran sekaligus
melestarikan warisan budaya. Namun, pengetahuan sains yang terkandung dalam
proses produksi tradisional Sagon Bakar, makanan
tradisional dari Tangerang Selatan, Indonesia, belum direkonstruksi secara
sistematis atau diterjemahkan ke dalam bahan ajar IPA. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) merekonstruksi pengetahuan sains yang terkandung dalam proses
produksi tradisional Sagon Bakar dan (2)
mengidentifikasi karakteristik bahan ajar berbasis etnosains untuk pembelajaran
IPA di tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi kualitatif
melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi.
Partisipan penelitian meliputi lima pengrajin Sagon Bakar
dan guru IPA SMP yang dipilih menggunakan teknik snowball
sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles
dan Huberman, kemudian dilanjutkan dengan rekonstruksi pengetahuan sains dan
pemetaan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi Sagon Bakar mengandung pengetahuan sains yang
berkaitan dengan sifat bahan, campuran, massa jenis, perpindahan kalor,
perubahan fisika dan kimia, serta pengawetan pangan. Seluruh konsep tersebut
selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) IPA Fase D dalam kurikulum Indonesia.
Selain itu, bahan ajar berbasis etnosains perlu bersifat kontekstual, disusun
secara sistematis, selaras dengan kurikulum, mudah digunakan, dan dirancang
untuk mendorong pembelajaran aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa Sagon Bakar dapat menjadi konteks autentik untuk
pembelajaran IPA berbasis etnosains sekaligus memberikan panduan praktis dalam
mengembangkan bahan ajar IPA yang responsif terhadap
budaya lokal.