Abstrak
ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK JERUK PAMELO (CITRUS MAXIMA) DI KABUPATEN PATI
Oleh :
Muhammad Syifaul Huda - H0822096 - Fak. Pertanian
Jeruk pamelo (Citrus maxima) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Kabupaten Pati, Indonesia, namun produksinya berfluktuasi dan menurun sekitar 29 persen antara tahun 2022 dan 2024, yang mengindikasikan adanya kerentanan dalam rantai pasoknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur rantai pasok jeruk pamelo di Kabupaten Pati, menganalisis risiko rantai pasoknya, dan merumuskan strategi mitigasi risiko yang efektif menggunakan pendekatan House of Risk (HOR). Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan teknik purposive dan snowball sampling untuk memilih 50 petani, 5 pedagang, dan 8 responden kunci. Data dianalisis menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) serta HOR tahap 1 dan tahap 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat saluran distribusi dengan aliran produk dan finansial yang bersifat satu arah serta aliran informasi yang bersifat dua arah. Di tingkat petani, teridentifikasi 10 kejadian risiko dan 15 agen risiko, dengan perawatan tanaman yang kurang rutin (A5) sebagai prioritas utama. Di tingkat pedagang, ditemukan 8 kejadian risiko dan 12 agen risiko, dengan penurunan produksi petani jeruk pamelo (A19) sebagai faktor utama. Untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, HOR Tahap 2 menetapkan penyuluhan mengenai perawatan tanaman (PA1) sebagai strategi mitigasi prioritas bagi petani, sedangkan kerja sama dengan lebih banyak petani (PA6) menjadi strategi utama bagi pedagang. Temuan ini menyajikan kerangka kerja manajemen risiko sistematis yang krusial untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok dan menjamin keberlanjutan jangka panjang agribisnis pamelo di Kabupaten Pati.