Abstrak


Taman Buku dan Majalah Alun-alun Utara Sebagai Tempat Perdagangan Arsip dan Literatur Sejarah di Kota Surakarta


Oleh :
Tamara Lovea - K4422075 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Taman Buku dan Majalah Alun-alun Utara Surakarta, (2) Bagaimana para pedagang memperoleh arsip dan literatur sejarah, (3) Jenis-jenis arsip dan literatur sejarah yang tersedia serta sistem penjualannya, dan (4) Tantangan yang dihadapi para pedagang dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital serta strategi inovasi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini berupa informan, peristiwa atau aktivitas perdagangan, serta dokumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan time sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisisdokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Taman Buku dan Majalah Alun-alun Utara Surakarta berkembang melalui proses historis yang dipengaruhi oleh perdagangan buku bekas dan kebijakan penataan ruang kota. Kedua, arsip dan literatur sejarah diperoleh melalui jaringan sosial yang melibatkan tengkulak, kolektor, sesama pedagang, serta masyarakat umum. Ketiga, koleksi yang diperdagangkan meliputi arsip statis, arsip foto, buku, manuskrip, majalah, surat kabar, dan brosur dengan sistem penjualan yang mempertimbangkan kondisi fisik, kelangkaan, isi koleksi, serta mekanisme tawar-menawar. Keempat, pedagang menghadapi tantangan berupa perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen sehingga menerapkan strategi adaptasi melalui pemanfaatan media sosial, penjualan daring, dan kerja sama antarpedagang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Taman Buku dan Majalah Alun-alun Utara tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan arsip dan literatur sejarah, tetapi juga berperan dalam menjaga keberadaan serta akses masyarakat terhadap sumber-sumber sejarah walaupun koleksi yang berkaitan dengan sejarah tersebut tidak diperoleh dan diklasifikasikan secara khusus sebagai sumber sejarah oleh para pedagang.