Abstrak
Analisis Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka
Oleh :
Kusuma Ayu Astria - K4419054 - Fak. KIP
Pendidikan berkualitas merupakan
penggerak utama kemajuan bangsa. Kurikulum merdeka ditetapkan oleh pemerintah
Indonesia sebagai kurikulum nasional menjadi upaya mengatasi ketertinggalan
pembelajaran (learning loss) pasca
pandemi dan dirancang untuk menghidupkan kembali akar filosofis bangsa. Penelitian
ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, konsep
Kurikulum Merdeka, dan menganalisis relevansi konsep pendidikan Ki Hajar
Dewantara dengan Kurikulum Merdeka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif dengan pendekata studi pustaka. Sumber data mencakup buku karya Ki
Hajar Dewantara, dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka, serta jurnal ilmiah yang relevan. Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan dua tahap, yaitu pemilihan dokumen
bertujuan (purposive sampling) dan
pemilihan teks representatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan
membaca dan mencatat sumber pustaka. Uji validitas data dilakukan melalui
triangulasi sumber serta intertekstualitas dan interdiskursivitas. Analisis
data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara
mengutamakan kemerdekaan belajar yang menghargai kodrat alam siswa, menanamkan
nilai-nilai kebudayaan, dan budi pekerti yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Kedua, penerapan kurikulum merdeka
dinilai sudah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, meskipun pada
praktiknya tetap memerlukan evaluasi berkelanjutan serta solusi terhadap
hambatan yang ditemui. Ketiga, terdapat relevansi yang kuat antara konsep
pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Kurikulum Merdeka, yang meliputi: (1) hakikat
menuntun dalam pembelajaran berdiferensiasi; (2) konsep budi pekerti dalam P5,
(3) sistem among dalam hubungan guru dengan murid, (4) konsep tri pusat
pendidikan dalam pembentukan lingkungan belajar siswa. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka bukan sekadar perubahan secara
administratif, tetapi sebuah wujud nyata dari pemikiran Ki Hajar Dewantara yang
menempatkan kemerdekaan dan kodrat anak sebagai inti dari pendidikan.