Abstrak
Efektivitas Penerapan Metode 20-20-20 Berbasis Website untuk Menurunkan Keluhan Computer Vision Syndrome pada Pegawai Puskesmas Wilayah Kabupaten Sukoharjo
Oleh :
Atiqah Haya Amalia Salma - V8122022 - Sekolah Vokasi
Latar Belakang: Penerapan Rekam Medis Elektronik dan program Cek Kesehatan Gratis meningkatkan penggunaan komputer pegawai Puskesmas Kartasura dan Grogol hingga lebih dari 4 jam per hari, sehingga berisiko meningkatkan Computer Vision Syndrome (CVS), namun belum ada program pengendalian CVS di kedua puskesmas tersebut. Survei awal menunjukkan 9 dari 15 pegawai responden positif mengalami CVS berdasarkan skor CVS-Q, dan satu pegawai dilaporkan mengalami penurunan penglihatan progresif. Salah satu upaya pengendalian CVS yang dapat dilakukan adalah metode 20-20-20, namun efektivitasnya bergantung pada kepatuhan pengguna sehingga dikembangkan media berbasis website yang praktis dan mudah diakses tanpa instalasi maupun login. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode 20-20-20 berbasis website terhadap keluhan CVS pada pegawai puskesmas Kabupaten Sukoharjo.Metode: Penelitian ini merupakan quasi experiment nonequivalent control group pretest-posttest, pada 70 responden (35 eksperimen dan 35 kontrol) dari populasi 217 pegawai Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Grogol yang dipilih secara purposive sampling. Kelompok eksperimen menerima intervensi metode 20-20-20 melalui website pengingat otomatis selama 6 hari kerja, sedangkan kelompok kontrol bekerja seperti biasa. Keluhan CVS diukur menggunakan kuesioner CVS-Q sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, Paired T-Test, Mann-Whitney, dan effect size Cohen's d.Hasil: Rerata skor CVS-Q kelompok eksperimen menurun signifikan dari 17,63 menjadi 14,97 (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya menurun dari 17,54 menjadi 17,06. Skor post-test dan selisih skor kedua kelompok berbeda signifikan (p<0,05), dengan effect size Cohen's d sebesar 0,7849 (kategori besar)Simpulan: Metode 20-20-20 berbasis website efektif menurunkan keluhan CVS pada pegawai puskesmas, dengan penurunan signifikan lebih besar pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol.