Abstrak


Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbasis Virtual Laboratory Terhadap Kemampuan Scientific Explanation Ditinjau Dari Epistemic Cognition Pada Siswa SMP


Oleh :
Yumna Alhay Munajaeti - K4522099 - Fak. KIP

Pesatnya perkembangan teknologi abad ke-21 menuntut siswa tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga mampu menjelaskan fenomena berdasarkan bukti ilmiah. Hal ini sejalan dengan PISA yang menempatkan scientific explanation sebagai salah satu kompetensi utama literasi sains. Namun, capaian sains Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD; pada PISA 2022, hanya 34% siswa Indonesia mencapai Level 2 atau lebih dalam sains, dibandingkan 76% pada rata-rata OECD. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembelajaran yang melatih siswa memecahkan masalah, melakukan penyelidikan, dan menggunakan bukti dalam membangun penjelasan ilmiah. PBL berbasis virtual laboratory menjadi alternatif yang memungkinkan proses tersebut berlangsung secara interaktif, sementara epistemic cognition dipertimbangkan sebagai faktor yang dapat memengaruhi kemampuan scientific explanation. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan pengaruh PBL berbasis virtual laboratory terhadap kemampuan scientific explanation ditinjau dari epistemic cognition. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel terdiri atas kelas VIII G sebagai kontrol dan VIII H sebagai eksperimen, dengan instrumen berupa tes esai dan angket skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengaruh model pembelajaran dan epistemic cognition terhadap kemampuan scientific explanation, tetapi tidak terdapat interaksi antara keduanya. Rata-rata scientific explanation siswa dengan epistemic cognition tinggi pada PBL berbasis virtual laboratory sebesar 84,60, lebih tinggi dibandingkan PBL sebesar 77,60. Pada epistemic cognition rendah, rata-rata masing-masing sebesar 75,25 dan 65,71. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL berbasis virtual laboratory berpotensi memperkuat kemampuan scientific explanation pada berbagai tingkat epistemic cognition.