Abstrak
Efek Konsentrasi Magnesium dan Suhu Annealing terhadap Struktur Kristal, Sifat Magnetik, dan Kinerja Fotokatalis Magnesium Doping Cobalt ferrite Hasil Kopresipitasi
Oleh :
Nurul Rahmawati - M0222065 - Fak. MIPA
Cobalt ferrite Doping magnesium (Co₁₋ₓMgₓFe₂O₄) telah berhasil disintesis
menggunakan metode kopresipitasi sebagai material fotokatalis untuk degradasi zat
warna Congo Red. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi konsentrasi Doping
magnesium dan suhu annealing terhadap sifat struktural, morfologi, dan magnetik
material. Hasil X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa seluruh sampel
membentuk fasa tunggal spinel kubik (FCC) sesuai ICDD No. 22-1086, dengan
puncak utama bidang (311) yang bergeser akibat Doping Mg dan variasi suhu
annealing. Ukuran kristalit berada pada rentang 15–34 nm, dengan Doping Mg
memperkecil ukuran kristalit sedangkan annealing memperbesarnya. Hasil Fourier
Transform Infrared (FTIR) memperkuat temuan ini dengan munculnya dua pita
serapan khas, yaitu K₁ (~595–599 cm⁻¹) yang merepresentasikan vibrasi regangan
ikatan logam–oksigen pada situs tetrahedral, dan K₂ (~395–398 cm⁻¹) yang
merepresentasikan vibrasi regangan ikatan logam–oksigen pada situs oktahedral,
menegaskan terbentuknya struktur spinel pada Co₁₋ₓMgₓFe₂O₄. Karakterisasi
Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa variasi konsentrasi
Doping magnesium terbukti memodifikasi sifat magnetik cobalt ferrite. Sementara
itu, evaluasi dye removal dari hasil karakterisasi Ultraviolet-Visible Spectroscopy
(UV-Vis) mengindikasikan bahwa Doping magnesium dan suhu annealing Tan
signifikan berpengaruh. Hasil dye removal meningkat dari 5,92% menjadi 83,14%
dengan kenaikan Doping Mg dari 0 menjadi 0,1. Sedangkan suhu annealing
menurunkan dye removal dari 83,14% (Tan=400°C) menjadi 34,47% (Tan=700°C).
Hasil ini menegaskan perubahan mikrostruktur sampel menentukan kinerja
fungsional dye removal bahan aktif fotokatalis.
Kata kunci: Cobalt ferrite Doping magnesium, kopresipitasi, fotokatalis, Congo
Red.