Abstrak


Pembibitan Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Pupuk Organik Cair dari Fermentasi Air Beras pada Skala Rumah Tangga


Oleh :
Jaya Karwa Kusuma - V4123041 - Sekolah Vokasi

Pembibitan cabai rawit merupakan usaha yang memiliki prospek ekonomi tinggi namun memerlukan efisiensi dalam penggunaan bahan dan pengelolaan bibit berkualitas. Kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pembibitan cabai rawit dengan pupuk organik cair (POC) fermentasi air beras pada skala rumah tangga, membandingkan pertumbuhan bibit pada lima tingkat dosis POC secara deskriptif, menyusun strategi pemasaran berdasarkan analisis SWOT, STP, dan bauran pemasaran, serta menganalisis kelayakan usaha pembibitan. Kegiatan dilaksanakan selama 68 hari (9 Maret–16 Mei 2026) di Desa Geringging Jaya, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Sebanyak 675 benih disemai dalam media campuran tanah, sekam-kotoran hewan matang, solid kelapa sawit, dan serbuk kayu dengan perbandingan 2:1:1:1. Bibit dipindahkan ke polybag 10×10 cm pada umur 10 hari dan diberi perlakuan POC dengan lima dosis: D0 (0 ml), D1 (20 ml), D2 (40 ml), D3 (60 ml), dan D4 (80 ml) per 500 ml air. Pengamatan pertumbuhan dilakukan mingguan selama empat minggu, meliputi tinggi bibit, diameter batang, dan lebar daun. Hasil kegiatan menunjukkan persentase tumbuh benih mencapai 92,0% (621 dari 675 benih), lebih tinggi dari daya berkecambah label (85%). Pengamatan deskriptif menunjukkan perlakuan D3 (60 ml POC) memberikan nilai tertinggi pada ketiga parameter di minggu ke-7: tinggi bibit 18,6 cm, diameter batang 3,25 mm, dan lebar daun 4,25 cm, sementara D4 menunjukkan penurunan pertumbuhan. Strategi pemasaran berupa penetrasi pasar lokal dengan penjualan langsung, harga terjangkau (Rp1.500 per bibit, di bawah harga penjual sekitar yang mencapai Rp2.000), serta pemesanan dan promosi melalui WhatsApp dan Instagram, dengan segmen pasar pekebun rumah tangga dan petani di wilayah sekitar. Analisis keuangan satu siklus produksi 600 bibit menghasilkan: biaya produksi Rp486.875, penerimaan Rp900.000 (dari 400 bibit pesanan WhatsApp dan 200 bibit penjualan langsung dengan harga Rp1.500/bibit). Pendapatan bersih Rp413.125, HPP Rp811 per bibit, R/C ratio 1,85 (>1), B/C ratio 0,85 (>0), dan BEP unit 325 bibit. Kesimpulannya, pembibitan cabai rawit berbasis POC fermentasi air beras pada skala rumah tangga dinyatakan menguntungkan dan layak dilaksanakan berdasarkan analisis finansial. Namun, penetapan dosis POC yang lebih optimal memerlukan pengujian formal dengan rancangan percobaan dan analisis statistik pada penelitian selanjutnya.