Abstrak


Studi Pengaruh Penggunaan Problem Based Learning Berbasis Geoliterasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri I Jatisrono


Oleh :
Hanifah Dwi Utami - K5419034 - Fak. KIP

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Geografi akibat dominasi pendekatan konvensional. Padahal, kecakapan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi krusial pada abad ke-21 yang perlu dilatih melalui proses belajar yang aktif. Sebagai solusi, peneliti menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbasis geoliterasi, yaitu sebuah pendekatan yang memadukan penyelesaian masalah dengan analisis fenomena geografi melalui konteks keruangan dan lingkungan.Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penerapan model PBL berbasis geoliterasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Geografi kelas XI di SMA Negeri 1 Jatisrono. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode kuasi eksperimen dengan rancangan Pretest and Posttest Design with a Control Group. Dari populasi kelas XI, terpilih dua kelas sebagai sampel, yakni kelas eksperimen berjumlah 36 siswa yang belajar menggunakan PBL berbasis geoliterasi, dan kelas kontrol berjumlah 36 siswa dengan model kooperatif tipe STAD. Data dikumpulkan melalui instrumen tes kemampuan berpikir kritis, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan N-Gain, serta uji hipotesis berupa Independent Sample T-Test.Hasil analisis memperlihatkan adanya peningkatan nilai rata-rata prates kelas eksperimen dari 68,47 menjadi 85,42 pada tahapan pascates. Di sisi lain, nilai rata-rata kelas kontrol beranjak dari 67,50 menjadi 77,08. Berdasarkan perhitungan N-Gain, kelas eksperimen masuk dalam kategori sedang dengan skor 0,54, sedangkan kelas kontrol berada di kategori rendah dengan skor 0,29. Pengujian hipotesis dengan Independent Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dari temuan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa model Problem Based Learningberbasis geoliterasi memberikan pengaruh yang signifikan serta terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.