Abstrak
Peran Orang Tua Tunggal Dalam Upaya Memenuhi Kebutuhan Dukungan Sosial Bagi Generasi Z Di Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta: Perspektif Teori Pertukaran Sosial Peter M. Blau
Oleh :
Khansa Pinka Daniswara - D0322058 - Fak. ISIP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua tunggal
dalam upaya memenuhi kebutuhan dukungan sosial bagi Generasi Z di Kecamatan
Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Meningkatnya jumlah keluarga dengan orang tua
tunggal serta tingginya tuntutan akademik dan dunia kerja yang dihadapi Generasi Z menjadikan pemenuhan dukungan sosial
sebagai aspek yang penting untuk
dikaji. Penelitian ini menggunakan Teori Pertukaran Sosial Peter M. Blau
untuk menjelaskan hubungan timbal balik antara orang tua tunggal dan anak
melalui konsep cost, reward, dan reciprocity. Penelitian
ini menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan
secara purposive sampling, dengan
informan terdiri atas orang tua tunggal dan Generasi Z di Kecamatan Umbulharjo, Kota
Yogyakarta. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles,
Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa orang tua tunggal menjalankan peran ganda sebagai pengasuh
dan pencari nafkah. Peran sebagai pengasuh diwujudkan melalui pemberian
dukungan emosional, informasional, dan penghargaan, sedangkan peran sebagai
pencari nafkah diwujudkan melalui dukungan instrumental. Dukungan emosional
menjadi bentuk dukungan yang paling banyak diupayakan, meskipun pelaksanaannya
tidak selalu optimal. Secara keseluruhan, pemenuhan kebutuhan dukungan sosial
berbeda pada setiap orang tua, yaitu terdapat yang telah mampu memenuhinya
secara optimal dan terdapat pula yang belum optimal, karena perbedaan kondisi
ekonomi, besarnya tuntutan pekerjaan, kondisi kesehatan, serta kemampuan
menjalankan peran ganda. Faktor pendukung meliputi ekonomi yang stabil, adanya
dukungan keluarga dan lingkungan, serta kesadaran anak dalam membantu orang tua,
sedangkan faktor penghambatnya antara lain keterbatasan ekonomi, kesibukan
bekerja, kondisi kesehatan, dan minimnya dukungan dari keluarga atau lingkungan
sekitar serta minimnya kepedulian anak. Hubungan timbal balik antara orang tua dan anak juga belum
terjadi pada seluruh informan. Anak yang berprestasi serta memiliki kesadaran untuk membantu dan memahami
kondisi orang tua memberikan reward berupa rasa bangga, bahagia, dan
dihargai, sedangkan kurangnya kepedulian anak membuat reward tersebut
belum dirasakan orang tua.