Abstrak
Analisis Kekuatan Tegangan dan Faktor Keamanan dengan Variasi Diameter pada Poros Sistem Mesin Pencacah Plastik Polipropilen
Oleh :
Viko Aulia Ramadhan - I0422145 - Fak. Teknik
Pengelolaan
limbah plastik berjenis polipropilen (PP) pada skala usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) menghadapi kendala keterbatasan mesin pencacah yang andal,
hemat energi, dan memiliki kekuatan struktur yang memadai untuk operasi
berulang. Perancangan ini bertujuan mengembangkan mesin pencacah plastik PP
skala UMKM dengan kapasitas kerja 3–4 kg/jam, menghasilkan ukuran cacahan
sekitar 5 mm, serta menggunakan daya listrik maksimal 1000 Watt dengan tingkat
keamanan dan keandalan yang tinggi. Metode perancangan menggunakan pendekatan
sistematik yang meliputi identifikasi kebutuhan pengguna melalui Voice of
Customer (VoC) dan Quality Function Deployment (QFD), seleksi konsep
desain menggunakan metode Multiple Attribute Decision Making–Simple Additive
Weighting (MADM-SAW), serta analisis kekuatan komponen kritis berdasarkan
perhitungan analitik pada variasi diameter poros. Konsep desain terpilih
mengimplementasikan mekanisme poros tunggal (single shaft) yang
digerakkan oleh motor AC 1 HP melalui sistem transmisi rantai (chain drive).
Hasil analisis menunjukkan bahwa tegangan geser maksimum pada poros sebesar 50,70
MPa masih berada jauh di bawah batas luluh material AISI 1045, sehingga
struktur dinyatakan aman dengan faktor keamanan yang memadai dalam kondisi
operasi normal. Variasi diameter poros memberikan pengaruh signifikan terhadap
distribusi tegangan dan tingkat keamanan struktur, dan berdasarkan evaluasi
kekuatan serta efisiensi material, diameter poros sebesar 15 mm dipilih sebagai
dimensi optimal untuk aplikasi mesin pencacah plastik. Rancangan akhir kemudian
direalisasikan dalam bentuk purwarupa fungsional skala 1:1, yang menunjukkan
bahwa desain yang dikembangkan dapat dimanufaktur dan dioperasikan secara
efektif sebagai solusi teknologi pengolahan limbah plastik pada skala UMKM yang
aman, andal, dan ekonomis dengan kesiapan produksi yang memadai.