Abstrak
Semiotika dan Kritik Sosial dalam Novel Kita Pergi Hari Ini Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie serta Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar di SMP
Oleh :
Siti Salamah - K1222078 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan sebagai berikut, (1) semiotika dalam novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, (2) kritik sosial dalam novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, dan (3) pemanfaatan analisis semiotika dan kritik sosial dalam novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie sebagai bahan ajar di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian meliputi data tertulis dari novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dan data lisan dari informan yang terdiri dari satu guru bahasa Indonesia, tiga siswa kelas VIII, dan satu ahli sastra. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen dan wawancara. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi teori dan sumber data. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa novel Kita Pergi Hari Ini mengandung tiga jenis tanda dalam teori semiotika Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Jenis tanda yang paling dominan adalah indeks. Kedua, kritik sosial dalam novel Kita Pergi Hari Ini mengandung sembilan jenis kritik sosial, yaitu kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran terhadap norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup dan birokrasi. Jenis kritik sosial yang paling dominan adalah tindak kejahatan. Ketiga, analisis semiotika dan kritik sosial dalam novel Kita Pergi Hari Ini karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan ajar pada materi teks cerita fiksi pada tingkat SMP, karena telah memenuhi syarat sebagai sumber bahan ajar yang baik dan kontekstual bagi peserta didik. Kriteria tersebut mencakup beberapa aspek antara lain, (1) kebahasaan, (2) psikologis, (3) latar belakang budaya, (4) relevansi, (5) konsistensi, dan (6) kecukupan.