;

Abstrak


Analisis Student Well-Being Pada Pembelajaran Fisika Untuk Boarding School Berbasis Spiritual


Oleh :
Adi Setiawan - S082402001 - Sekolah Pascasarjana

Kesejahteraan siswa merupakan aspek penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, terutama pada mata pelajaran yang dianggap menantang seperti fisika. Dalam konteks boarding school berbasis spiritual, kesejahteraan siswa menjadi isu yang kompleks karena siswa menjalani tuntutan akademik dan spiritual secara bersama serta menghadapi hubungan sosial yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran student well-being dalam pembelajaran fisika di boarding school berbasis spiritual dan menganalisis faktor yang memengaruhi student well-being dalam pembelajaran fisika di boarding school berbasis spiritual.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMA Syubbanul Wathon. Data diperoleh melalui observasi, angket open-ended, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dikembangkan dengan mengadaptasi dari teori yang dikembangkan oleh Konu & Rimpela, kemudian divalidasi oleh ahli materi, psikologi, dan sosiologi serta dianalisis menggunakan indeks validitas Aiken (Aiken’s V). Hasil data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman & Saldaña, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan siswa dalam pembelajaran fisika dipengaruhi oleh empat aspek utama, yaitu having, loving, being, dan health. Pada aspek having, lingkungan sekolah dinilai cukup mendukung, meskipun masih ada kendala seperti kebisingan, dan suhu kelas yang tidak stabil. Pada aspek loving, hubungan siswa dengan guru dan teman cukup positif, tetapi masih perlu manajemen konflik yang baik. Nilai-nilai spiritual turut memperkuat kualitas hubungan sosial di lingkungan boarding school. Pada aspek being, siswa merasa lebih percaya diri melalui integrasi nilai spiritual, tetapi masih mengalami kesulitan memahami materi fisika. Pada aspek health, kesehatan fisik siswa relatif terjaga, tetapi sebagian mengalami stres dan kejenuhan akibat padatnya aktivitas. Secara keseluruhan, student well-being siswa SMA Syubbanul Wathon dipengaruhi oleh manajemen pembelajaran, kondisi lingkungan sekolah, dukungan sosial, budaya spiritual, serta kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini menekankan perlunya peningkatan fasilitas pembelajaran, variasi metode mengajar, dan dukungan emosional serta spiritual untuk menciptakan pembelajaran yang lebih optimal dan menyejahterakan.