Abstrak


Peran Pustakawan Referensi Di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali


Oleh :
Lurista Miswaladri - V1023040 - Sekolah Vokasi

Layanan referensi merupakan salah satu layanan penting di perpustakaan yang berperan dalam membantu pemustaka memperoleh informasi yang akurat, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam pelaksanaannya, pustakawan referensi tidak hanya menyediakan sumber informasi, tetapi juga membimbing, mengarahkan, dan membantu pemustaka dalam proses penelusuran informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan referensi serta mengetahui kendala yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan referensi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali telah menjalankan empat peran pustakawan referensi menurut Green dalam Wong dan Saunders (2020), yaitu (1) mengajarkan pemustaka cara menggunakan perpustakaan dan sumber informasi melalui bimbingan secara langsung, (2) menjawab pertanyaan pemustaka dengan memahami kebutuhan informasi terlebih dahulu kemudian mencarikan sumber informasi yang sesuai, (3) membantu pemustaka memilih sumber informasi yang tepat melalui rekomendasi koleksi, internet, maupun rujukan ke perpustakaan lain, serta (4) mempromosikan layanan referensi melalui promosi secara langsung kepada pemustaka. Kendala yang dihadapi meliputi koleksi referensi sebagian sudah tidak mutakhir sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan informasi terkini dan belum adanya kegiatan khusus yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan referensi. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan koleksi referensi secara berkala, peningkatan kompetensi pustakawan melalui pelatihan atau kegiatan pengembangan profesional, serta penyelenggaraan program pendidikan pemustaka dan promosi layanan referensi secara lebih terstruktur agar kualitas layanan referensi semakin optimal.