Abstrak


PERAN SUTRADARA PADA PRODUKSI FILM DOKUMENTER “GARAM JONO”


Oleh :
Heliana Putri Ansory - V1123063 - Sekolah Vokasi

     Desa jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, memiliki tradisi produksi garam   dari sumur air asin di pedalaman yang telah diwariskan sejak masa kolonial Belanda, namun kini terancam punah akibat berkurangnya jumlah petani, penyempitan lahan, persaingan garam industri, kebijakan standarisasi garam beryodium, serta rendahnya minat generasi muda untuk meneruskannya. Kondisi ini mendorong penulis mengangkat Garam Jono sebagai objek tugas akhir berupa film dokumenter berjudul "Garam Jono”, dengan tujuan mengkaji peran sutradara dalam proses produksinya.      Film ini disusun dengan memadukan gaya ekspositori dan partisipatoris, diproduksi selama  tiga bulan dengan  praproduksi dan pascaproduksi di Solo serta pengambilan gambar  langsung di Desa Jono. Sebagai sutradara, penulis berperan mulai dari riset dan observasi lapangan guna menjadi bahan dasar dijadikan naskah dua kolom, hingga mengarahkan proses briefing bersama narasumber dan pengambilan gambar guna menjaga keaslian aktivitas petani sekaligus kejelasan informasi bagi penonton.      Hasil laporan menunjukan bahwa arahan sutradara yang berlandaskan riset lapangan berperan penting dalam menjaga konsistensi cerita dan akurasi informasi, sehingga film ini diharapkan dapat memperkenalkan Garam Jono bukan hanya sebagai komoditas ekonomi, melainkan juga warisan leluhur dan identitas budaya Kabupaten Grobogan yang perlu dilestarikan bersama.