Abstrak


Dinamika Kebijakan Makan Bergizi Gratis di Indonesia: Discourse Network Analysis


Oleh :
Fauzan Ferdiananda - D0122044 - Fak. ISIP

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia. Sebagai kebijakan strategis nasional, implementasi MBG memunculkan beragam diskursus yang melibatkan berbagai aktor dengan kepentingan dan pandangan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kebijakan MBG melalui pendekatan Discourse Network Analysis (DNA) dengan mengidentifikasi wacana yang berkembang, menganalisis pergeseran narasi kebijakan, memetakan aktor yang terlibat, serta mengkaji relasi dan koalisi diskursif yang terbentuk. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential exploratory. Data penelitian diperoleh dari pemberitaan media daring mengenai kebijakan MBG, kemudian dianalisis melalui proses coding terhadap aktor, konsep, dan posisi pernyataan menggunakan perangkat lunak Discourse Network Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kebijakan MBG ditandai oleh perubahan fokus diskursus dari isu pemenuhan gizi dan pembangunan sumber daya manusia menuju pembahasan mengenai implementasi kebijakan, pendanaan, tata kelola, keamanan pangan, dan efektivitas pelaksanaan program. Analisis juga menunjukkan bahwa pemerintah menjadi aktor yang paling dominan dalam jaringan diskursus, sementara aktor lain, seperti organisasi masyarakat sipil, akademisi, media massa, aktor politik, dan pelaku ekonomi, turut membentuk koalisi diskursif yang mendukung maupun mengkritisi kebijakan. Temuan penelitian menegaskan bahwa dinamika kebijakan MBG tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga dipengaruhi oleh perkembangan wacana, interaksi antarpelaku, dan pembentukan koalisi diskursif yang membangun legitimasi kebijakan di ruang publik. Dengan demikian, pendekatan DNA mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan kebijakan MBG melalui analisis hubungan antara aktor, wacana, dan jaringan diskursus.