Abstrak


PENGARUH KUALITAS TIDUR TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAJANG SURAKARTA


Oleh :
Amara Dewi Ranggih Pamungkas - V3723010 - Sekolah Vokasi

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang sering tidak menunjukkan gejala sehingga disebut silent disease. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1% dengan lebih dari 63 juta penderita. Kualitas tidur merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pengaturan tekanan darah, namun penelitian mengenai pengaruhnya terhadap keberhasilan terapi hipertensi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur dan menganalisis pengaruh kualitas tidur terhadap keberhasilan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Pajang Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada Desember 2025-April 2026 di Puskesmas Pajang Surakarta. Sampel berjumlah 120 pasien hipertensi jalan rawat jalan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan skor ≤5 dinilai baik dan >5 dinilai buruk. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (nilai signifikan α = 0,05). Sebanyak 74 responden (61,67%) memiliki kualitas tidur baik dan 46 responden (38,33%) memiliki kualitas tidur buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan faktor meliputi usia (ρ=0,153), pekerjaan (ρ=0,144), tingkat pendidikan (ρ=0,136), lama terapi (ρ=0,340), dan komorbiditas (ρ=0,118). Disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut tidak berpengaruh pada kualitas tidur terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Pajang Surakarta.